Harga Kripto Hari Ini 27 Juni 2026: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melesat

Simak rincian harga kripto hari ini Sabtu 27 Juni 2026.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 27 Juni 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi kripto (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto hari ini untuk sejumlah koin terpantau mengalami kenaikan pada Sabtu (27/6/2026). Termasuk untuk koin-koin besar seperti harga bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Melansir data Coinmarketcap, Sabtu (27/6/2026), harga bitcoin menghijau 2,88 persen ke level Rp 1,083 miliar per koin.

Dominasi bitcoin di pasar kripto juga sedikit menguat 0,04 persen dalam sehari menjadi 58,04 persen.

Senada, Ethereum (ETH) juga turut mengalami kenaikan harga sebesar 3,65 persen. Sehingga ETH berada di level Rp 28,442 juta per koin.

Peningkatan juga dialami Binance coin (BNB) yang menghijau 2,45 persen dalam 24 jam terakhir ke angka Rp 10,197 juta per koin.

Mata uang kripto papan atas lainnya seperti Cardano (ADA) juga berkutat di zona hijau. ADA melesat 6,49 persen dan dipatok di level Rp 2.682 per koin.

Solana (SOL) juga meroket 8,37 persen dalam satu hari ke level Rp 1,294 juta per koin. Kenaikan harga juga dialami XRP, yang menguat 4,47 persen ke angka Rp 19.069.

Sayangnya, kenaikan harga ini tidak turut diikuti oleh Stablecoin Tether (USDT) dan USD Coin (USDC). USDT memerah 0,02 persen di kisaran Rp 17.961 per koin, sementara USDC turun 0,01 persen ke Rp 17.982 per koin.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto pada Sabtu (27/6/2026) berada di level Rp 37.419 triliun, naik 2,48 persen dalam sehari terakhir. Total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir Rp 1.592,65 triliun, menurun 9,27 persen.

Harga Ethereum Terancam Anjlok ke US$ 1.200

Ilustrasi aset kripto Ethereum. (Foto By AI)

Sebelumnya, harga Ethereum (ETH) tengah berada di titik yang dinilai sangat krusial. Perusahaan riset aset kripto 10X Research memperingatkan bahwa jika Ethereum gagal mempertahankan level support di US$ 1.600, harga aset kripto terbesar kedua di dunia itu berpotensi turun hingga US$ 1.200.

Level tersebut terakhir kali terlihat setelah pasar kripto mulai pulih dari dampak runtuhnya bursa kripto FTX pada akhir 2022.

Dikutip dari CoinMarketCap, Kamis (25/6/2026), dalam unggahan terbaru di platform X, 10X Research menjelaskan bahwa pasangan perdagangan ETH/USDT kini bergerak di bawah rata-rata pergerakan (moving average) tujuh hari maupun 30 hari. Kondisi tersebut umumnya dipandang sebagai sinyal bearish yang menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar.

Selama sepekan terakhir, harga Ethereum telah terkoreksi sekitar 7,4 persen. Jika support di US$ 1.600 ditembus, level US$ 1.200 diperkirakan menjadi area penopang harga berikutnya. Artinya, Ethereum masih berpotensi mengalami penurunan sekitar 25 persen dari posisi saat ini.

Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan ETH dalam jangka pendek, terutama di tengah minimnya sentimen positif yang mampu mendorong kenaikan harga.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Tekanan Fundamental Ethereum Semakin Besar

Aset digital kripto Ethereum (ETH). (Foto by AI)

Selain tekanan dari sisi teknikal, Ethereum juga menghadapi sejumlah tantangan fundamental yang dinilai dapat membatasi ruang kenaikan harga.

Ethereum Foundation baru-baru ini mengumumkan pengurangan sekitar 20 persen jumlah karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Di saat yang sama, penghentian program insentif bagi pengembang inti (core developers) juga memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan pengembangan jaringan Ethereum dalam jangka panjang.

Minat investor institusi terhadap Ethereum pun dinilai mulai melemah. Hal itu tercermin dari arus dana keluar (outflow) yang terus terjadi pada produk spot Ethereum Exchange Traded Fund (ETF).

Kondisi tersebut berbeda dengan ETF berbasis Bitcoin yang masih menunjukkan permintaan relatif lebih kuat. Berlanjutnya outflow mengindikasikan sebagian investor institusi masih berhati-hati terhadap prospek Ethereum dalam waktu dekat.

Kombinasi pelemahan teknikal dan tantangan fundamental tersebut membuat sentimen terhadap Ethereum cenderung negatif dibandingkan sejumlah aset digital lainnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya