Kronologi Lansia Tewas Tertabrak KA Pangrango di Cisaat Sukabumi

Lansia tewas terserempet KA Pangrango di Cisaat Sukabumi saat berjalan di rel. Korban terseret 10 meter.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 26 Juni 2026, 21:43 WIB
Lokasi tewasnya lansia yang tertabrak Kereta Api (KA) 225A Pangrango di petak jalan Sukabumi–Cisaat (Dok. Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria lanjut usia (lansia) tewas setelah terserempet Kereta Api (KA) 225A Pangrango di petak jalan Sukabumi–Cisaat, Kampung Bojong Nangka, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Insiden maut tersebut terjadi pada Jumat (26/6/2026) pagi sekitar pukul 10.35 WIB.

​Kronologi kejadian bermula saat KA Pangrango tengah melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor. Menurut saksi mata di lokasi, Suhendar (47), korban saat itu sedang berjalan kaki di atas rel kereta. Suhendar sendiri menyaksikan langsung peristiwa tersebut saat sedang bekerja di kolam ikan yang berada di samping bawah rel.

​"Saya kaget, lagi naplok (memperbaiki dinding) kolam. Lah itu kereta kan bunyi klaksonnya keras banget. Saya tengok gitu, 'Ada apa?' di hati saya teh. Pas lihat, ada orang lagi jalan pelan-pelan langsung keserepet gitu," kata Suhendar, Jumat (26/6/2026).

​Kerasnya benturan membuat tubuh lansia tersebut terlempar dan terseret hingga sejauh 10 meter. Korban dilaporkan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian.

Suhendar awalnya tidak mengira bahwa kecelakaan tersebut akan berdampak fatal bagi korban.

​"Saya kira enggak separah yang saya kira. Dikira dia di situ jongkok. Ternyata jauh gitu, melempar ke sini, sampai keseret ke sini orangnya," ucap dia.

​Tidak lama setelah warga berdatangan, pihak kepolisian segera tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit.

Berdasarkan keterangan saksi, korban yang terlihat sudah tua tersebut berjalan sendirian tanpa membawa barang apa pun, dan diduga tidak mendengar suara klakson kereta.

​Sementara itu, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengonfirmasi bahwa petugas langsung bergerak cepat melakukan penanganan sesuai dengan prosedur keselamatan operasional begitu menerima laporan dari masinis.

​“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Setiap laporan kejadian langsung ditindaklanjuti secara cepat oleh petugas di lapangan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sarana dalam kondisi aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan,” terang Franoto.

 

Perjalanan Kereta Aman

Lokasi tewasnya lansia yang tertabrak Kereta Api (KA) 225A Pangrango di petak jalan Sukabumi–Cisaat (Dok. Istimewa)

​Pihak KAI memastikan sarana kereta dan jalur rel dalam kondisi aman, sehingga KA Pangrango bisa segera melanjutkan perjalanan menuju Bogor tanpa mengalami keterlambatan jadwal.

KAI juga menyampaikan permohonan maaf serta apresiasi kepada petugas lapangan.

​"KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bergerak cepat sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap dapat terjaga,” jelasnya.

​Menutup keterangannya, Franoto mengimbau dengan tegas agar masyarakat mematuhi peraturan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di jalur rel karena memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi.

​“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan. Jangan berjalan, duduk, bermain, melintas sembarangan, atau melakukan aktivitas apa pun di jalur rel. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama," sambung dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya