Tiga Perompak Tanker Pertamina Tewas Ditembak

Jenazah tiga tersangka dievakuasi ke Pelabuhan Belawan, Medan, Sumut. Dua orang di antaranya tanpa identitas. Seorang lainnya diduga Panglima Laut Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Peurlak, Aceh Timur.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Juni 2004, 15:16 WIB
Liputan6.com, Medan: Perompakan di perairan Sumatra Utara, memang meresahkan. Jajaran Armada RI Kawasan Barat (Armabar) TNI Angkatan Laut pun gencar berpatroli. Sabtu (12/6), pasukan Marinir dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) I Belawan menggagalkan pembajakan tanker MT Pematang milik Pertamina di perairan Pulau Berhala, Selat Malaka--sekitar 48 mil dari Pelabuhan Belawan, Medan, Sumut.

Menurut Komandan Lantamal I Belawan Laksamana Pertama Purbojo, dalam insiden tersebut tiga perompak tewas dan dua lainnya meloncat ke laut. Sedangkan dari aparat TNI AL, dua orang terluka akibat terserempet peluru.

Kemarin siang, jenazah tiga tersangka dievakuasi ke Pelabuhan Belawan. Dua orang di antaranya tanpa identitas. Sedangkan seorang lainnya diduga bernama Chaidir, Panglima Laut Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Peurlak, Aceh Timur. Aparat TNI AL juga menyita tiga pucuk senapan AK-47, tujuh magasin AK-47, dan empat magasin senjata api laras panjang M-16, serta 411 butir amunisi AK-47. Sebuah tas pinggang dan empat buah foto juga dijadikan barang bukti.

Aksi perompakan tanker pengangkut bahan bakar minyak tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang anak buah kapal. Dia melaporkan pembajakan berikut koordinat posisi tanker melalui telepon kepada seorang perwira TNI AL di Jakarta. Laporan itu segera disampaikan ke Armabar TNI AL di Jakarta yang kemudian meneruskannya ke Lantamal I Belawan. Pihak Lantamal I Belawan segera memerintahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Karel Satsuit Tubun yang kebetulan lokasinya paling dekat dengan posisi tanker yang dibajak tersebut.

Para tersangka diduga anggota GAM yang kerap beroperasi di perairan Pulau Berhala. Purbojo menambahkan, sebelum kontak tembak, para pembajak sempat mengajukan permintaan tebusan sebesar Rp 2 miliar.

Aksi perompakan memang meresahkan di Selat Malaka. Terakhir, Februari silam, Kapal Motor Sinar Andalas berhasil lolos dari upaya perompakan sekelompok orang di perairan Selat Malaka. Sinar Andalas yang mengangkut 6.200 ton semen curah milik PT Semen Andalas dari Nanggroe Aceh Darussalam itu merapat di Pelabuhan Belawan, Medan, Sumut [baca: KM Sinar Andalas Lolos dari Aksi Perompakan ].(ANS/Panogari Panggabean dan Amal Rambe)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya