Prabowo: Saya Libatkan Profesor di Setiap Bidang Pemerintahan

Prabowo menegaskan komitmennya untuk selalu menempatkan para profesor di posisi kunci pemerintahan demi menghasilkan kebijakan berbasis sains dan inovasi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 26 Juni 2026, 20:16 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran ilmuwan dan guru besar universitas dalam mendorong kemajuan sebuah negara.

Untuk itu, Prabowo menyatakan dirinya berkomitmen untuk selalu melibatkan para profesor di berbagai posisi strategis pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Agenda ini dihadiri oleh sekitar 2.600 guru besar, dosen, hingga ilmuwan dari seluruh Indonesia.

"Saya dari awal sangat sadar peran dan penting para ilmuwan, para guru besar. Dan karena itu, kalau saudara simak, hampir di setiap bidang pemerintahan yang kunci, saya ikutsertakan profesor-profesor dalam posisi-posisi yang sangat menentukan," jelas Prabowo dalam pidatonya, Jumat.

Menurut Prabowo, seorang pemimpin memiliki kewajiban untuk mencari solusi konkret atas setiap kesulitan yang dialami oleh masyarakat. Ia meyakini bahwa para guru besar merupakan pemikir andal yang memiliki inovasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.

"Saudara-saudara yang menjadi Guru Besar adalah memang orang-orang terpintar yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, setiap inovasi, setiap perubahan, setiap kemajuan di setiap bangsa selama peradaban manusia, selalu berasal dari pemikir-pemikir yang terbaik," tuturnya.

 

Kepemimpinan Seperti Nakhoda Kapal

Lebih lanjut, Presiden menganalogikan ilmu kepemimpinan seperti nakhoda kapal atau tim olahraga. Ia menegaskan, seorang pemimpin membutuhkan jajaran anak buah dan tim yang pandai serta handal agar organisasi atau negara dapat mencapai tujuannya dengan selamat dan juara.

"Kalau kita mau menang sepak bola, kita harus punya manajer yang baik, coach yang baik, pelatih-pelatih yang baik, tukang pijit yang baik, tukang bawa minuman yang baik, dan kesebelasan yang terbaik baru kita bisa jadi juara. Sama di semua bidang," urai Prabowo.

Prabowo menggarisbawahi bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) jauh lebih krusial dibandingkan aspek fasilitas semata.

"It is not the technology, it is not the equipment, it is the man and the women behind the equipment. Ini yang kita sadari. Percuma kita punya pesawat yang paling canggih, pilotnya tidak handal," pungkasnya.

 

 

Infografis Prabowo Bidik Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8 Persen. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya