Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan infrastruktur aset kripto BitGo Holdings memangkas hampir 15% tenaga kerjanya sebagai bagian dari perubahan strategi bisnis. Perusahaan kini mengalihkan sumber daya untuk memperkuat layanan keamanan, perdagangan aset digital, stablecoin, sistem penyelesaian transaksi (settlement), hingga infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh CEO sekaligus Co-Founder BitGo, Mike Belshe, melalui unggahan di platform X. Informasi yang sama juga telah disampaikan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) melalui dokumen Form 8-K.
Advertisement
"Hari ini saya ingin menyampaikan sebuah keputusan yang berat: kami mengurangi jumlah karyawan hampir 15%," tulis Belshe, dikutip dari CoinMarketCap, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Belshe, industri aset digital telah mengalami perubahan besar sehingga BitGo perlu mempersempit fokus bisnis agar tetap kompetitif di tengah perkembangan teknologi keuangan.
"Saya ingin menjelaskan alasannya secara terbuka. Ekosistem telah berkembang, dan cara kita membangun layanan keuangan telah berubah secara drastis. Agar terus memberikan yang terbaik bagi klien, kami harus menjadi lebih fokus," ujarnya.
BitGo belum mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak. Namun, berdasarkan laporan tahunan 2025, perusahaan memiliki 603 karyawan tetap hingga 31 Desember 2025. Dengan pengurangan hampir 15%, diperkirakan sekitar 90 posisi terdampak dalam restrukturisasi tersebut.
Belshe menegaskan para karyawan yang terdampak telah lebih dulu diberi informasi oleh manajer dan tim sumber daya manusia sebelum pengumuman disampaikan kepada publik.
BitGo Pastikan PHK Hanya Sekali, Rekrutmen Tetap Dibuka
Mike Belshe menyebut pengurangan karyawan ini merupakan langkah restrukturisasi satu kali dan tidak mengindikasikan akan ada gelombang PHK lanjutan.
Ia juga meminta seluruh karyawan yang masih bergabung untuk saling mendukung selama proses reorganisasi berlangsung.
BitGo melakukan efisiensi ini beberapa bulan setelah resmi melantai di bursa saham. Pada Januari 2026, perusahaan menetapkan harga penawaran umum perdana saham (IPO) sebesar US$ 18 per saham, yang berhasil menghimpun dana sekitar US$ 212,8 juta dengan valuasi terdilusi penuh di atas US$ 2 miliar.
Meski melakukan pengurangan tenaga kerja, BitGo tidak menghentikan perekrutan. Hingga setelah pengumuman PHK, perusahaan masih membuka 51 lowongan pekerjaan di berbagai bidang, mulai dari teknik (engineering), kepatuhan (compliance), layanan pelanggan, keuangan, pemasaran, penjualan, keamanan siber, hingga audit internal.
Lowongan tersebut tersedia di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Kanada, India, Singapura, Dubai, Brasil, dan Inggris.
Langkah tersebut menunjukkan BitGo tidak sepenuhnya menghentikan ekspansi tenaga kerja, melainkan mengalihkan sumber daya ke posisi-posisi yang dinilai lebih strategis. Fokus perusahaan kini diarahkan pada pengembangan keamanan aset digital, layanan perdagangan, stablecoin, sistem settlement, serta teknologi AI sebagai bagian dari transformasi bisnis di industri kripto.