Fakta di Balik 6 Pelajar NTT Terpapar Radikalisme

Pemprov NTT mencatat enam pelajar SMP–SMA terpapar radikalisme melalui penggunaan telepon genggam yang berlebihan.

oleh Wisnoe MoertiDiterbitkan 26 Juni 2026, 12:21 WIB
Daftar Grup Medsos Terafiliasi Jaringan Ekstremisme TCC Sasar Anak-anak. ANTARA/Nadia Putri Rahmani

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengungkap temuan paparan paham radikalisme dan terorisme pada anak usia sekolah di wilayahnya. Informasi ini disampaikan dinas terkait, seperti dilansir Antara.

"Di NTT sudah saat ini sudah ada enam orang anak usia sekolah yang sudah positif terpapar oleh paham radikalisme dan terorisme," kata Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Iien Adriany di Kupang, Jumat (26/6/2026).

Kelompok usia yang terdampak berada pada jenjang SMP hingga SMA. Mereka terpapar paham ini diduga akibat penggunaan telepon genggam yang berlebihan.

Dia mengatakan, anak-anak yang terdeteksi terpapar bukan kategori nakal atau banyak bergaul di luar rumah. Mereka justru lebih sering berada di rumah, berinteraksi lewat gawai, dan bermain game di perangkatnya.

"Mereka anak baik-baik, tetapi kemudian setelah kami periksa dan tanya-tanya ternyata mereka bisa terpapar karena diajak oleh teman di dalam game yang ada di dalam gawainya," ujar dia.

Dia menyinggung contoh kasus dari luar NTT. Ketika seorang anak mampu merakit bom dan diminta untuk mengujinya di sekolah.

"Awalnya orang tuanya bangga, namun lama kelamaan jadi curiga kemudian melaporkan ke pihak terkait dan dibina.Karena itu kita tak ingin di NTT seperti itu, kita ingin mencegah lebih awal," tambah dia.

Iin menambahkan, sejauh ini baru jumlah itu yang terdeteksi. Namun bisa jadi masih ada anak-anak lain di NTT yang sudah terpapar jaringan tersebut.

Merespons situasi ini, Gubernur NTT Melki Laka Lena telah menerbitkan peraturan gubernur mengenai perlindungan anak dari jaringan terorisme. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mencegah paparan lebih jauh pada anak-anak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya