Penyebab Jerman Keok dari Ekuador di Piala Dunia 2026: Kalah Agresif dan Tajam dari Lawan

Deniz Undav mengungkap alasan Jerman kalah 1-2 dari Ekuador di Piala Dunia 2026. Menurutnya, agresivitas dan ketajaman lawan menjadi pembeda dalam laga Grup F.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 26 Juni 2026, 09:49 WIB
Gonzalo Plata #19 dari Ekuador mencetak gol kedua timnya pada pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 antara Ekuador dan Jerman di Stadion New York New Jersey pada 26 Juni 2026 di East Rutherford, New Jersey. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Jerman menerima kekalahan mengejutkan dari Ekuador pada matchday ketiga Grup F Piala Dunia 2026. Meski sudah memastikan tiket ke fase gugur sebagai juara grup, Die Mannschaft tetap gagal mengamankan hasil positif setelah tumbang 1-2 di New York Stadium, Jumat (26/6) dini hari WIB.

Kekalahan Jerman dari Ekuador tidak lepas dari perubahan momentum yang terjadi sejak awal pertandingan. Pasukan Julian Nagelsmann sempat unggul cepat, tetapi lawan mampu merespons dengan permainan agresif dan membalikkan keadaan.

Penyerang Jerman, Deniz Undav, menilai Ekuador tampil lebih berani sepanjang pertandingan. Menurutnya, intensitas permainan dan efektivitas serangan lawan menjadi faktor utama yang membuat Jerman kehilangan kendali.

Hasil ini memang tidak mengubah posisi Jerman sebagai juara grup, tetapi menjadi evaluasi penting sebelum memasuki fase gugur Piala Dunia 2026. Undav menilai timnya harus segera memperbaiki sejumlah aspek, terutama dalam membangun serangan yang lebih efektif.


Ekuador Beri Tekanan Tinggi, Jerman Kehilangan Kontrol

Pemain Jerman, Joshua Kimmich melindungi bola dari pemain Ekuador, Nilson Angulo dalam pertandingan Grup E Piala Dunia 2026 di East Rutherford, New Jersey, dekat New York, Jumat (26/6/2026). (AP Photo/Steve Luciano)

Pertandingan di New York Stadium berjalan dengan tempo tinggi sejak menit awal. Jerman langsung mencetak gol ketika laga baru berjalan dua menit melalui Leroy Sane yang memanfaatkan kombinasi Florian Wirtz dan Aleksandar Pavlovic.

Namun, keunggulan tersebut tidak membuat Jerman mampu menguasai pertandingan secara penuh. Ekuador memberikan respons cepat lewat gol Nilson Angulo pada menit kesembilan melalui tembakan spektakuler dari luar kotak penalti yang mengubah skor menjadi 1-1.

Setelah kedudukan kembali imbang, Ekuador tampil lebih agresif dalam menekan lini belakang Jerman. Tekanan tersebut membuat tim asuhan Nagelsmann kesulitan mengembangkan permainan dan menciptakan peluang bersih.

"Ekuador bermain lebih agresif dan lebih tajam daripada kami. Itu sesuatu yang perlu kita pelajari dan ambil kesimpulan yang tepat," ucap Deniz Undav dikutip dari laman resmi FIFA.


Gol Gonzalo Plata Lengkapi Kebangkitan Ekuador atas Jerman

Selebrasi pemain Ekuador saat menekuk Jerman di Grup E Piala Dunia 2026 (AFP)

Jerman sebenarnya masih memiliki peluang untuk kembali unggul, tetapi efektivitas mereka di sepertiga akhir lapangan tidak maksimal. Undav mengakui permainan timnya kurang agresif dalam membangun tekanan ke pertahanan Ekuador.

"Permainan kami tidak terlalu langsung dan kami tidak menciptakan banyak peluang," tegas penyerang 29 tahun.

Ekuador kemudian memastikan kemenangan pada menit ke-77 melalui Gonzalo Plata. Pemain tersebut memanfaatkan situasi sepak pojok untuk mencetak gol yang membawa negaranya menang 2-1 sekaligus mengamankan tempat di babak 32 besar.

Plata menilai kemenangan atas Jerman lahir dari kepercayaan diri tinggi seluruh skuad Ekuador.

"Kami memiliki 26 pemain yang akan memberikan yang terbaik untuk Ekuador. Kami telah memenuhi stadion di mana-mana, para penggemar kami telah membuat kami merasa seperti di rumah di setiap stadion," ucap Gonzalo Plata.

Sumber: FIFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya