Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 188 Orang

Ratusan orang dilaporkan masih hilang sementara lebih dari 1.000 lainnya terluka.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Juni 2026, 07:52 WIB
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa bumi di Catia La Mar, Venezuela, Kamis (25/6/2026). (Dok. AP/Pedro Mattey)

Liputan6.com, Washington, DC - Jumlah korban tewas akibat gempa besar yang mengguncang pesisir utara Venezuela bertambah menjadi 188 orang.

Presiden Majelis Nasional Jorge Rodriguez mengatakan sebanyak 1.520 korban luka telah dirawat di rumah sakit dan masih menjalani perawatan. Demikian seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Rodriguez mencatat 157 orang masih hilang sejak bencana itu terjadi. Sementara itu, tim penyelamat masih berupaya mengevakuasi lebih dari 200 orang yang diduga terjebak di bawah reruntuhan.

Selain itu, sebanyak 138 gempa susulan telah tercatat sejak dua gempa bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (24/6/2026) malam.

Menurut Rodriguez, sedikitnya 346 bangunan dan fasilitas umum mengalami kerusakan, termasuk 250 gedung dan 20 pusat perbelanjaan yang sebagian besar berada di Negara Bagian La Guaira. Delapan rumah sakit juga terdampak sehingga pasien harus dipindahkan ke fasilitas kesehatan lain.

Pemerintah Venezuela turut mengumumkan pembentukan dana khusus senilai US$ 200 juta untuk mendukung upaya rekonstruksi darurat, termasuk membangun kembali rumah-rumah dan rumah sakit yang rusak.

Menyusul bencana ini, presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez telah menetapkan status keadaan darurat nasional.

La Guaira Terdampak Paling Parah

Pasien berada di luar rumah sakit di Catia La Mar, Venezuela, Kamis (25/6/2026), setelah bangunan tersebut rusak akibat dua gempa hebat yang terjadi pada Rabu (24/6) malam. (Dok. AP/Pedro Mattey)

Pemerintah Venezuela mengerahkan tim penyelamat dari berbagai daerah ke La Guaira, wilayah yang selama ini dikenal rawan bencana alam. Pada 1999, daerah tersebut dilanda tanah longsor besar yang menewaskan ribuan orang dan tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah Venezuela.

Pada Kamis, Presiden Rodriguez seperti dikutip dari Associated Press mengimbau kalangan dunia usaha agar menyediakan alat berat untuk membantu operasi penyelamatan. Di saat yang sama, juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tim pencarian dan penyelamatan internasional akan segera tiba.

Ia menyebut La Guaira kini telah menjadi 'zona bencana'.

Meski berada di dekat sejumlah sesar aktif, gempa berkekuatan besar di Venezuela relatif jarang terjadi dibandingkan di wilayah lain di Amerika Latin. Kondisi itu berkaitan dengan letak Venezuela yang berada di pertemuan Lempeng Amerika Selatan dan Lempeng Karibia.

Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama pada Rabu bermagnitudo 7,2 terjadi di sebelah barat Moron, di pesisir Karibia, dengan kedalaman 22 kilometer. Kurang dari satu menit kemudian, USGS melaporkan gempa kedua bermagnitudo 7,5 yang berpusat sekitar 16 kilometer di barat daya Moron pada kedalaman 10 kilometer.

Marcos Ferreira, ahli geofisika sekaligus peneliti di Survei Geologi Brasil, mengatakan dua gempa yang terjadi hampir bersamaan, ditambah pusat gempa yang dangkal, membuat tingkat kerusakan menjadi jauh lebih besar.

"Ibarat saya sedang berteriak, lalu seseorang ikut berteriak pada saat yang sama. Hal itu memperkuat getaran dan meningkatkan potensi bahayanya," tutur Ferreira.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya