Saksikan Sinetron Lautan Cinta Episode Kamis 25 Juni Pukul 18.15 WIB di SCTV

Satria terus berusaha menghubungi Jingga,.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 25 Juni 2026, 17:56 WIB
Sinetron Lautan Cinta (Dok. Vidio)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Lautan Cinta Episode Kamis 25 Juni mengisahkan, di kediaman Rima dan Satria, suasana malam dipenuhi kegelisahan. Satria terus berusaha menghubungi Jingga, tetapi tidak satu pun panggilannya mendapat jawaban. Kekhawatiran yang semakin besar membuatnya tidak bisa tinggal diam. Meski mengetahui tindakannya berisiko memancing amarah Rima, ia memutuskan untuk keluar rumah secara diam-diam demi mencari keberadaan Jingga. Yana yang melihat kepanikan Satria sebenarnya merasa iba pada Jingga. Karena itu, ia memilih membiarkan Satria pergi meskipun sadar konsekuensinya bisa membuat Rima murka.

Di tengah guyuran hujan yang semakin deras, Satria nekat meminjam motor satpam dan memacunya dengan kecepatan tinggi. Ia berharap masih bisa menemukan Jingga sebelum terjadi sesuatu yang lebih buruk. Namun, perjalanan itu membawa Satria pada kenyataan bahwa tidak semua hal dapat ia kendalikan.

Sementara itu, di sebuah paviliun yang jauh dari keramaian, Aidan dengan penuh perhatian merawat Jingga yang sedang tidak dalam kondisi baik. Kehangatan momen tersebut mengingatkannya pada masa lalu, tepatnya saat kegiatan berkemah di kampus. Saat itu, justru Jingga yang setia merawatnya ketika ia terserang demam. Dengan telaten, Jingga mengompres dahinya sambil melontarkan candaan khasnya. Ia mengatakan bahwa kepala yang terlalu panas harus didinginkan, sama seperti laptop yang mengalami overheat dan perlu di-restart agar kembali normal. Kenangan sederhana itu kembali terlintas jelas di benak Aidan, membuatnya semakin menyadari bahwa perasaannya terhadap Jingga jauh lebih dalam dari yang selama ini ia akui.

Di sisi lain, Miranda diam-diam memeriksa rekaman CCTV rumah. Dari sana ia menemukan fakta yang membuatnya terkejut: Aidan terlihat membawa Jingga masuk ke paviliun. Temuan itu memicu berbagai emosi yang selama ini ia tekan. Rasa bersalah, ketakutan, dan bayangan masa lalu bercampur menjadi satu. Malam itu, Miranda bahkan dihantui mimpi buruk tentang Nadir yang seolah datang menuntutnya untuk mengembalikan Jingga. Ia terbangun dengan napas memburu dan hati yang dipenuhi kecemasan.

Didorong rasa curiga yang semakin kuat, Miranda segera menuju paviliun. Di sana, ia mendapati Aidan dan Jingga sedang bersama. Emosi yang selama ini tertahan akhirnya meledak. Dengan kemarahan yang tak terbendung, Miranda menyeret Jingga keluar dan melontarkan berbagai tuduhan keras. Ia menyebut Jingga sebagai perempuan yang tidak tahu diri dan tidak bermoral.

Aidan berusaha menghentikan tindakan Miranda. Ia memohon agar Jingga tidak diusir, bahkan menyatakan kesediaannya menerima apa pun konsekuensinya, termasuk kehilangan pekerjaannya. Namun demi melindungi Aidan dari masalah yang lebih besar, Jingga justru melepaskan genggaman tangan pria itu.

Di bawah hujan yang terus turun, Jingga hanya bisa menangis sambil memohon kepada Miranda. Sementara itu, Aidan berdiri dalam keputusasaan, berusaha mencari cara agar bisa menyelamatkan Jingga dari situasi yang semakin sulit dan menyakitkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya