Pertahanan Kuat Dimulai dari Fondasi Ekonomi yang Kokoh

Semakin kuat fondasi ekonomi, semakin besar pula kemampuan negara untuk mengembangkan teknologi, industri strategis, serta alat utama sistem persenjataan.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 Juni 2025, 12:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berkunjung ke Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Rabu (24/6) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Ketika ditanya bagaimana Indonesia dapat menjadi kekuatan yang lebih diperhitungkan di kawasan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak memulai jawabannya dari kapal perang atau persenjataan. Ia justru memulainya dari ekonomi.

Menurut AHY, kekuatan pertahanan sebuah negara pada akhirnya bertumpu pada kemampuan ekonominya. Semakin kuat fondasi ekonomi nasional, semakin besar pula kemampuan negara untuk mengembangkan teknologi, industri strategis, serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara mandiri.

“Ekonomi kita harus tumbuh dengan baik. Karena dengan ekonomi yang tumbuh, kita punya kemampuan yang lebih besar untuk memajukan alutsista dan memajukan sumber daya manusia pertahanan kita,” ujarnya saat berkunjung ke Akademi Angkatan Laut di Surabaya, Rabu (24/6).

AHY menilai Indonesia harus terus memperkuat kemandirian teknologi pertahanan tanpa menutup diri terhadap kerja sama internasional.

Menurutnya, kolaborasi dengan negara-negara yang lebih maju perlu dimanfaatkan untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.

“Kita tidak perlu malu bekerja sama dengan negara lain. Tetapi semangat akhirnya harus sama, yaitu kita memiliki kemampuan teknologi itu sendiri,” katanya.

AHY menyebut sejumlah langkah yang perlu terus diperkuat, mulai dari transfer of knowledge, transfer of technology, joint research, hingga joint production.

 

Jaga Kedaulatan

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan kekuatan maritim tidak hanya berkaitan dengan kapal perang dan personel Angkatan Laut. Di baliknya terdapat ekosistem besar yang harus dibangun secara simultan, mulai dari pelabuhan, industri galangan kapal, jalur logistik laut, hingga pengembangan ekonomi biru.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang besar menjadikan sektor maritim sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Karena itu, menurut AHY, pembangunan ekonomi dan pembangunan pertahanan tidak boleh dipandang sebagai dua agenda yang terpisah.

“Kita ingin menjaga kedaulatan. Kita ingin mandiri. Dan semua itu dimulai dari kemampuan bangsa membangun kekuatannya sendiri,” tegasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya