Meccha Chameleon Laku 7 Juta Kopi dalam 12 Hari Tanpa Iklan

Meccha Chameleon terjual 7 juta kopi di Steam dalam 12 hari, viral organik lewat TikTok dan YouTube tanpa biaya pemasaran dari dua developer indie Jepang.

oleh YusliansonDiterbitkan 25 Juni 2026, 15:00 WIB
Meccha Chameleon Laku 7 Juta Kopi dalam 12 Hari, Rahasianya Sederhana. (Doc: Steam)

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini dunia internet dan game sedang dibuat ketagihan main Meccha Chameleon, game indie multiplayer bertemakan petak umpet yang dirilis ke platform Steam.

Walau baru meluncur selama 12 hari di Steam, game Meccha Chameleon sudah berhasil terjual lebih dari 7 juta kopi di seluruh dunia.

Pencapaian fantastis ini membuat Meccha Chameleon sebagai salah satu game dengan pertumbuhan angka tercepat di Steam selama tahun ini.

Luar biasanya, angka penjualan game tersebut sudah jauh melampaui banyak game berbudget besar dalam waktu singkat. Ditambah, Meccha Chameleon ini dibuat oleh dua pengembang Lemorion_1224 dan Haganeiro hanya dalam waktu sekitar dua bulan saja.

Kenapa Meccha Chameleon Bikin Ketagihan?

Salah satu alasan kenapa banyak gamer di seluruh dunia main game ini adalah konsepnya yang sangat mudah dipahami.

Di Meccha Chameleon ini, pemain akan dibagi menjadi dua tim, yakni pemburu dan pihak yang bersembunyi. Nah, karakter yang bersembunyi bisa mengecat tubuh mereka agar menyatu dengan lingkungan sekitar, dan sebisa mungkin tidak ditemukan lawan.

Sementara itu, tim pemburu harus teliti mengamati seluruh tembok, batu, benda, hingga berbagai hal di seluruh sudut arena untuk menemukan pemain yang berkamuflase sebelum waktu habis.

Dari berbagai postingan video singkat gamer yang main game ini, terlihat berbagai momen lucu sekaligus menegangkan. Tak sedikit pula pemain berhasil mengelabui pemburu dengan menyamarkan diri sebagai bagian dari lukisan atau patung.

 

Bisa Tembus 10 Juta Kopi

Meccha Chameleon di Steam. (Doc: Steam)

Selain viral di YouTube, Instagram, hingga TikTok, alasan game ini sukses juga terkait dengan harga Meccha Chameleon di Steam yang hanya dibanderol setara Rp 58 ribuan.

Menariknya lagi, laporan yang beredar menyebut pengembang hampir tidak mengeluarkan biaya pemasaran. Popularitas game tumbuh secara organik melalui komunitas, streamer, dan media sosial.

Jika tren saat ini terus berlanjut, game buatan studio indie asal Jepang ini berpeluang menembus 10 juta kopi terjual dalam waktu dekat.

Kesuksesan Meccha Chameleon kembali menunjukkan bahwa industri game masih membuka ruang bagi studio kecil untuk bersaing.

Konsep mudah dipahami, harga terjangkau, dan gameplay menghasilkan momen viral terbukti mampu membawa sebuah game indie menjadi fenomena global tanpa kampanye pemasaran besar-besaran.

Harga Steam Machine Diungkap

Steam Machine Lebih Mahal dari PS5 Pro, Valve Ungkap Penyebab. (Doc:Valve)

Valve baru saja mengumumkan harga perangkat gaming terbarunya, Steam Machine, setelah diumumkan pertama kali ke publik pada 12 November 2025.

Sejak itu, beragam spekulasi tentang performa dan harga Steam Machine pun mulai ramai diperbincangkan di internet dan komunitas gamer.

Kini rasa penasaran tersebut terjawab sudah. Terkini, perusahaan bentukan Gabe Newell ini akhirnya mengonfirmasi berapa harga Steam Machine tersebut.

Mengutip Steam Store, (23/6/26), Steam Machine dengan storage 512GB dibanderol USD 1.049 atau sekitar Rp 18,7 jutaan.

Sementara paket 512GB yang sudah termasuk controller dijual USD 1,128 atau sekitar Rp 20 jutaan. Bagi gamer yang butuh kapasitas storage lebih besar, tersedia varian 2TB.

Daftar Harga Steam Machine

Valve officially announced the next-generation Steam Machine, ready for release in early 2026. This device promises a 4K gaming experience with the innovative Steam Controller and Steam Frame VR headset.

  • 512GB tanpa Controller: USD 1049 / Rp 18,7 juta
  • 512GB + Controller Bundle: USD 1128 / Rp 20 juta
  • 2TB tanpa Controller: USD 1349 / Rp 24 juta
  • 2TB + Controller Bundle: USD 1428 / Rp 25,5 juta

Dengan harga di atas, Steam Machine masuk ke dalam kategori perangkat gaming premium, bersaing langsung dengan banyak PC rakitan atau laptop gaming kelas atas yang ada di pasaran.

Sayangnya, PC gaming pertama buatan Valve ini tidak tersedia secara resmi di Indonesia. Gamer yang minat untuk memiliki Steam Machine ini bisa beli di beberapa negara tetangga paling dekat, yaitu Australia.

Atau bisa juga beli di Jepang, Hong Kong, dan Taiwan lewat distributor resmi Valve, yakni Komodo.

Belum ada informasi apakah Valve berencana memperluas penjualan Steam Machine ke lebih banyak negara, termasuk Indonesia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya