Jude Bellingham Tertangkap Basah Tutup Mulut Lawan Ghana, Kenapa Tak Dikartu Merah?

Jude Bellingham kedapatan menutup mulutnya ketika berbincang dengan kapten Ghana, Jordan Ayew.

oleh Dimas Ramadhan WicaksanaDiterbitkan 25 Juni 2026, 14:30 WIB
Gelandang Inggris, Jude Bellingham (kiri), melompat untuk memperebutkan bola dengan gelandang Ghana, Kwasi Sibo, dalam pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Ghana di Boston Stadium, Foxborough, pada 23 Juni 2026. (FRANCK FIFE / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang Inggris, Jude Bellingham ketahuan melakukan gestur tutup mulut ketika menghadapi Ghana. Namun pemain Real Madrid itu tak terkena kartu merah dari wasit.

Tutup mulut jadi salah satu gestur yang dilarang dalam pertandingan Piala Dunia 2026, sesuai aturan baru dari FIFA. Tindakan itu sudah memakan korban, di mana Miguel Almiron mencetak sejarah dengan menjadi pemain pertama yang diusir karena aturan baru tersebut.

Miguel Almiron dihukum saat pertandingan Paraguay vs Turki beberapa waktu lalu. Dia menutup mulutnya ketika berkonfrontasi dengan Mert Müldür setelah perkelahian akibat tekel Ismail Yüksek terhadap Isidro Pitta dari Paraguay.

Mantan pemain Newcastle United itu lalu dihukum kartu merah oleh wasit setelah dilakukan peninjauan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR). Almiron pun diusir keluar lapangan.

Setelah insiden itu, Piala Dunia 2026 jadi lebih diperhatikan terutama ketika ada pemain yang turut menutup mulut dalam pertandingan. 


Aksi Tutup Mulut Jude Bellingham

Pelatih kepala timnas Inggris asal Jerman, Thomas Tuchel (kanan), berbicara kepada gelandang Inggris nomor 10, Jude Bellingham, saat ia bersiap memasuki lapangan dalam pertandingan persahabatan internasional antara Inggris dan Senegal di stadion City Ground, Nottingham, pada 10 Juni 2025. (Paul ELLIS/AFP)

Momen tutup mulut pun terjadi lagi di Piala Dunia 2026. Kali ini dalam duel Inggris vs Ghana yang melibatkan Jude Bellingham.

Jude Bellingham kedapatan berbicara dengan kapten Ghana, Jordan Ayew, sembari menutup mulutnya. Momen itu tersaji setelah terdapat adu mulut sengit dengan anggota staf pelatih Ghana saat jeda pertandingan.

Tutup mulut jadi tren yang berkembang di kalangan pemain untuk mencegah kamera televisi merekam apa yang mereka katakan. Aksi Bellingham pun menarik perhatian sebagian orang karena dia terhindar dari kartu merah.


Penjelasan Aturan FIFA

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Berdasarkan laporan ESPN, FIFA memperkenalkan aturan ini untuk mencegah pemain mengucapkan hal-hal kontroversial atau ofensif selama pertandingan. 

Aturan tersebut diambil setelah Gianluca Prestianni dari Benfica menerima larangan enam pertandingan karena perilaku verbal terhadap Vinícius Júnior dalam pertandingan Liga Champions melawan Real Madrid awal tahun ini.

Tapi, aturan tersebut menyatakan bahwa pengusiran atau kartu merah hanya layak dilakukan jika pemain terlibat konfrontasi atau pertengkaran.

"Pemain dapat terus menutupi mulut mereka dengan lengan dan baju karena mereka mungkin mengobrol dengan teman-teman," kata kepala wasit FIFA, Pierluigi Collina, sebelum Piala Dunia.


Alasan Jude Bellingham Selamat

Nah saat Jude Bellingham menutup mulutnya ketika berbicara dengan Ayew, ESPN menyebut berdasarkan laporan dari sumber-sumbernya, gelandang Inggris itu tidak bersikap konfrontatif.

Sehingga langkah yang diambil oleh wasit dengan tidak memberikan kartu merah kepada Jude Bellingham sudah tepat. Sebab hal itu sesuai dengan aturan FIFA yang dijabarkan oleh Collina.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya