Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (25/6/2026). IHSG hari ini akan menguji area 5.723-5.847. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG merosot 3,56% ke 5.883, disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun sudah berada di bawah moving average (MA) 20 harian pada Rabu, 24 Juni 2026.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv]. “Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji rentang area 5.723-5.847, selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.548-6.782,” kata Herditya.
Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286,6.459.
Sementara itu, Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana menuturkan, usai hasil pengumuman MSCI dan diikuti pelemahan rupiah, IHSG kembali menembus level 6.000. IHSG diprediksi berpotensi melanjutkan koreksi hari ini. Lutfi memprediksi, IHSG akan berada di level support 5.845-5.750 dan level resistance 6.010-6.070.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR).
Sedangkan Lutfi memilih saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Rekomendasi Teknikal
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Buy on Weakness
Saham BREN terkoreksi 1,08% ke 3.650 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya sudah berada di bawah MA20. “Kami memperkirakan, posisi BREN saat ini berada pada bagian dari wave (B) dari wave [A],” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 2.760-3.380
Target Price: 4.100, 4.920
Stoploss: below 2.640
2.PT Vale Indonesia Tbk (INCO) - Buy on Weakness
Saham INCO terkoreksi 7,46% ke 4.590 dan masih didominasi oleh tekanan jual, pergerakan INCO juga menembus ke bawah MA20. “Saat ini, posisi INCO diperkirakan berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” kata Herditya.
Buy on Weakness: 4.300-4.540
Target Price: 5.500, 5.925
Stoploss: below 4.240
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness
Saham MBMA terkoreksi 8,04% ke 492 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi MBMA saat ini berada pada bagian dari wave 2 dari wave (1) dari wave [C].
Buy on Weakness: 462-482
Target Price: 565, 605
Stoploss: below 440
4.PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) - Sell on Strength
Saham BNBR terkoreksi 8,26% ke 100 dan disertai dengan tekanan jual yang relatif tinggi, koreksi dari BNBR pun menembus MA20 dan MA200. “Kami memperkirakan, posisi BNBR saat ini berada di awal wave 5 dari wave (C) sehingga BNBR diperkirakan akan melanjutkan koreksinya ke rentang 70-84,” ujar dia.
Sell on Strength: 103-108
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.