Ketua BEM FH UBK Nonaktif Minta Maaf, Singgung Isu Penerimaan Uang

Abdimaludin mengaku telah memberikan klarifikasi terkait isu penerimaan uang dan meminta maaf atas polemik yang muncul di lingkungan kampus.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 25 Juni 2026, 02:13 WIB
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdimaludin memberi keterangan pers usai Bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Liputan6/Rifqy Alief)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Bung Karno (UBK) nonaktif, Muhammad Abdimaludin, menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi terkait polemik yang muncul setelah aksi mahasiswa UBK menyoroti tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Abdi mengaku telah memberikan penjelasan secara terbuka di hadapan para Ketua BEM Fakultas dan mahasiswa UBK terkait isu yang berkembang, termasuk soal informasi penerimaan uang yang menyeret namanya.

Abdi mengapresiasi mahasiswa yang tetap mengawal berbagai tuntutan kepada pemerintah. Namun, ia menilai munculnya sejumlah opini dan narasi di tengah polemik tersebut berpotensi memecah soliditas gerakan mahasiswa.

"Saya menyadari bahwa dalam dinamika gerakan mahasiswa terdapat berbagai informasi, opini, dan narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memecah soliditas mahasiswa UBK. Karena itu, saya mengajak seluruh pihak untuk tetap mengedepankan kejernihan berpikir, persatuan, dan semangat perjuangan yang berlandaskan kepentingan rakyat," kata Abdi dalam pesan singkat yang diterima Liputan6.com, Rabu (24/6/2026).

Terkait informasi penerimaan uang, Abdi menyebut dirinya telah memberikan klarifikasi secara terbuka. Ia juga mengakui polemik tersebut menimbulkan kekecewaan di kalangan mahasiswa maupun pihak lain.

Karena itu, menurut dia, seluruh fakta terkait persoalan tersebut telah disampaikan secara jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai mekanisme organisasi.

Meski diterpa polemik, Abdi menegaskan hal itu tidak mengubah arah perjuangan mahasiswa UBK dalam mengawal kebijakan publik.

"Kami tetap konsisten menuntut perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), transparansi kebijakan publik, serta penyelesaian berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat dan mahasiswa," ujarnya.

Ia juga menyatakan siap memberikan penjelasan di forum mahasiswa maupun organisasi sesuai mekanisme yang berlaku sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya menjaga kepercayaan mahasiswa.

 

Sampaikan Permohonan Maaf

 

Selain itu, Abdi menyampaikan terima kasih kepada jajaran rektorat UBK yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, dukungan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.

Abdi menyampaikan permintaan maaf kepada mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat yang merasa kecewa atas polemik yang terjadi.

"Saya menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran yang sangat berharga untuk memperbaiki diri, bersikap lebih hati-hati, serta menjalankan tanggung jawab organisasi dengan lebih baik pada hari-hari mendatang," tutupnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya