Presiden Komisaris Astra Beli 675.000 Saham ASII

Presiden Komisaris Astra International Prijono Sugiarto membeli saham ASII dalam dua kali transaksi pada 22 dan 23 Juni 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 25 Juni 2026, 10:12 WIB
Gedung PT Astra International Tbk (Foto: Astra)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Komisaris PT Astra International Tbk (ASII) Prijono Sugiarto kembali membeli saham ASII pada akhir Juni 2026 sekitar 675.000 saham ASII. Aksi pembelian saham ASII itu untuk investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Kamis, (25/6/2026), Prijono Sugiarto membeli saham ASII dalam dua tahap. Pertama, ia membeli 300.000 saham ASII dengan harga Rp 4.789 per saham pada 22 Juni 2026. Dengan demikian, nilai pembelian saham ASII Rp 1,43 miliar. Kedua, ia membeli 375.000 saham ASII dengan harga Rp 4.692 per saham pada 23 Juni 2025. Nilai pembelian saham itu sebesar Rp 1,75 miliar. Total pembelian saham ASII sebanyak 675.000 dengan nilai Rp 3,19 miliar.

“Tujuan transaksi dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham ASII, Prijono Sugiarto memiliki 5,17 juta saham ASII atau setara 0,0128%. Sebelumnya, ia memiliki 4,50 juta saham ASII atau 0,0111%.

Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan saham Rabu, 24 Juni 2026, harga saham ASII turun 0,85% menjadi Rp 4.640 per saham. Harga saham ASII dibuka naik menjadi Rp 4.830 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 4.680 per saham. Saham ASII berada di level tertinggi Rp 4.830 dan terendah Rp 4.630 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.035 kali dengan volume perdagangan saham 536.831 saham. Nilai transaksi Rp 252,6 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada Rabu pekan ini. IHSG ditutup merosot 3,56% menjadi 5.883,88. Indeks saham LQ45 melemah 3,39% menjadi 578,16. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.171,38 dan level terendah 5.876,93. Sebanyak 611 saham sehingga bebani IHSG. 98 saham menguat dan 104 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.033.757 kali dengan volume perdagangan saham 26,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.943.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 5,99%, sektor saham basic terpangkas 6,64%, sektor saham industri merosot 3,59%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,59%, sektor saham consumer siklikal tergelincir 3,91%, sektor saham kesehatan melemah 1,58%.

Kemudian sektor saham keuangan terpangkas 2,18%, sektor saham properti melemah 2,81%. Lalu sektor saham teknologi susut 1,57%, sektor saham infrastruktur tergelincir 4,47% dan sektor saham transportasi merosot 4,84%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya