Monetisasi Bisnis, WeChat Bukan Sekedar Jualan Stiker

"Jualan stiker dan game itu cara tradisional, kami menyiapkan pola monetisasi lain dari sekedar apa yang sudah ada."

oleh Ervina AnggrainiDiterbitkan 09 Januari 2014, 16:47 WIB

Kehadiran layanan game dan striker animasi pada platform chatting WeChat ditargetkan mampu menggaet pengguna lebih banyak. Selain menghadirkan layanan yang diunduh secara gratis, WeChat telah menyiapkan strategi bisnis lain untuk memperoleh pendapatan.

"Jualan stiker dan game itu cara tradisional, kami menyiapkan pola monetisasi lain dari sekedar apa yang sudah ada," pungkas David Audi, CEO WeChat MNC Tencent saat ditemui di Restoran Decanter Wine House, Kuningan, Jakarta.

Lebih lanjut David menjelaskan bahwa di negeri asalnya China, WeChat mendapatkan pendapatan dari akun resmi perusahaan dan artis, mobile payment, location based service seperti untuk order taksi, dan e-commerce. Sedangkan untuk pasar Indonesia, belum ada rencana untuk membawa pola yang sama.

Pembentukan komunitas disebut David merupakan prioritas WeChat di Indonesia untuk saat ini. Sedangkan langkah untuk menghasilkan pendapatan akan direncakanan lebih lanjut.

"Saat ini kami masih fokus untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna dan belum berencana serta mendapatkan pengguna sebanyak-banyaknya," ucap David lagi.

Hingga akhir tahun 2013, WeChat telah menggelontorkan dana sekitar Rp 30 juta untuk promosi. Diakui jika saat ini stiker dan fitur di dalamnya masih gratis, meskipun nantinya akan ada stiker berbayar pendapatan yang diperoleh perusahaan tidak akan besar.

"Rencananya tahun depan kami akan mulai monetisasi, karena setelah komunitas terbentuk (jumlah pengguna banyak) maka dengan sendirinya loyalitas akan mengikuti," ujar David lagi. (vin/dew)


Baca juga:
Update WeChat v.51 Boyong Fitur StoryCam
Setelah Facebook dan Twitter, Iran Blokir WeChatAkan Ada Fitur Game di WeChatWeChat Kuasai 30% Smartphone IndonesiaSetelah Facebook dan Twitter, Iran Blokir WeChat

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya