Pasar Sehat Berhasil Kurangi Peredaran Pangan Berbahaya

Program pasar sehat yang digagas BPOM berhasil mengurangi kasus peredaran pangan berbahaya

oleh Kusmiyati Diterbitkan 09 Januari 2014, 15:30 WIB
Demi mengurangi peredaran bahan berbahaya dalam pangan, pemerintah lewat kementrian kesehatan mencoba mewujudkan program pasar sehat.

Setelah dimulai pada Juni 2013, sekitar 62 pasar dari 84 target pasar yang tersebar di 108 kabupaten/kota di 31 provinsi di Indonesia berhasil direvitalisasi.

Pembangunan pasar yang bertujuan mewujudkan pasar yang lebih bersih, aman, nyaman dan sehat merupakan program yang diprakarsai oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan Indonesia.

Hasilnya, pada 2013 terjadi penurunan sebesar 3,3 persen peredaran bahan berbahaya dalam pangan.

"Tahun 2013 lalu sudah dilaksanakan program ini di 62 pasar di 16 provinsi dan hasilnya cukup baik. Terjadi penurunan sebesar 3,3 persen peredaran bahan berbahaya dalam pangan dan bahan berbahaya yang disalahgunakan yaitu dari semula 15,7 persen menjadi 12,4 persen. Namun kami masih menemukan kendala," kata Kepala BPOM, Dr. Roy A. Sparringa,M.App.Sc, seperti ditulis Kamis (9/1/2014).

Kendala yang dihadapi dalam mewujudkan program ini menurut Roy karena terlalu sulit mengubah perilaku dan pola pikir produsen dan konsumen.

"Ini bukan hal sederhana, komunitas pasar pun masih memiliki pola pikir yang menggunakan pewarna tekstil pada pangan. Selain itu penindakan terhadap perilaku belum tegas, kewenangan kami terbatas," kata Roy.

Untuk itu Roy berharap komunitas pasar dapat membantu mewujudkan program ini lebih baik lagi di 2014. "Sulit memang mengubah perilaku produsen. Kami berharap semua pihak bisa bekerja sama agar di 2014 program pasar sehat dan aman dari bahan berbahaya bisa lebih baik lagi sehingga tidak ada lagi kasus pangan berbahaya," kata Roy.

(Mia/Abd)

Baca Juga :

Masalah Makanan dan Obat di 2014 Bakal Makin Kompleks
Pasar Aman dari Bahan Berbahaya? Tak Mudah Mewujudkannya!
Alasan Pedagang Tetap Gunakan Pewarna Tekstil untuk Makanan

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya