Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 24 Juni Pukul 17.00 WIB di SCTV

Blade tidak mampu menahan gejolak perasaannya.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 24 Juni 2026, 15:44 WIB
Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Rabu 24 Juni mengisahkan, di sepanjang perjalanan di dalam mobil Fattah, Blade tidak mampu menahan gejolak perasaannya. Air mata terus mengalir di pipinya saat berbagai pertanyaan berputar di dalam benaknya. Dalam hati ia bergumam, jika semua yang dikatakan itu hanyalah kebohongan, mengapa justru dirinya merasa lebih takut apabila ternyata semua itu benar? Pikiran tersebut membuat dadanya semakin sesak. Blade kemudian memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan dirinya dari perasaan yang semakin sulit dikendalikan.

Tak lama kemudian, mobil Fattah memasuki sebuah area parkir. Di sana sudah terparkir mobil milik Blade. Setelah menghentikan kendaraan, Fattah keluar dan mengantar Blade menuju mobilnya. Sebelum berpisah, Fattah mengucapkan kalimat yang membuat Blade terdiam. Ia mengatakan bahwa ada seseorang yang telah lama menunggu dan menyayanginya, bahkan lebih lama dari yang selama ini Blade bayangkan. Mendengar ucapan itu, Blade hanya bisa menundukkan kepala tanpa mampu memberikan jawaban.

Saat Fattah hendak kembali ke mobil dan pergi meninggalkan tempat itu, Blade tiba-tiba memanggil namanya dengan suara lantang. Fattah segera menghentikan langkahnya dan berbalik. Ketika pria itu mendekat, Blade langsung memeluknya erat. Dengan suara bergetar ia mengucapkan terima kasih atas semua kebaikan dan perhatian yang selama ini diberikan Fattah kepadanya.

Di tempat lain, Bianca dan Oliver tengah duduk berhadapan dalam suasana yang penuh ketegangan. Oliver akhirnya mengungkapkan isi hatinya. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memperkenalkan diri kepada Raisa, bahkan tidak pernah sekalipun mengatakan bahwa ia adalah anak dari Bianca. Dengan nada kecewa, Oliver mempertanyakan mengapa dirinya harus menanggung akibat dari kesalahan yang bukan ia lakukan. Menurutnya, jika yang salah adalah perselingkuhan yang pernah terjadi, mengapa justru anak yang harus menerima hukuman dan penderitaan?

Ucapan Oliver membuat Bianca semakin tertekan. Ia tidak sanggup lagi mendengar penjelasan tersebut dan meminta Oliver untuk berhenti berbicara. Dalam keadaan emosional, Bianca segera bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Oliver yang hanya bisa terdiam.

Namun situasi menjadi semakin canggung ketika Fattah tiba-tiba datang ke rumah Oliver. Begitu melihat Bianca berada di sana, Fattah langsung terkejut dan spontan menyapanya. Bianca pun membeku seketika, tidak menyangka kehadiran Fattah akan membuat rahasia dan ketegangan yang selama ini tersimpan perlahan mulai terungkap.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya