IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.128 Usai Laporan MSCI Terbaru

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah menghijau usai pengumuman MSCI terbaru pada Rabu pagi, (24/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juni 2026, 09:10 WIB
Pekerja tengah melintas di bawah layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka perkasa pada awal sesi perdagangan saham Rabu, (24/6/2026). Kenaikan IHSG pada awal sesi setelah MSCI merilis status Indonesia tetap di emerging market.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka naik 0,44% menjadi 6.128,2. Saat dipantau pukul 09.02 WIB, IHSG naik 1,02% menjadi 6.163. Indeks saham LQ45 melonjak 1,01% menjadi 604. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.171,38 dan level terendah 6.127,18. Sebanyak 320 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 204 saham diam di tempat dan 117 saham melemah.

Total frekuensi perdagangan saham 104.107 kali dengan volume perdagangan 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 914,4 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di 17.913.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham keuangan naik 1,45%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri menanjak 0,42%, sektor saham consumer nonsiklikal melompat 0,57%, sektor saham consumer siklikal naik 0,115. Lalu sektor saham properti bertambah 0,66%, sektor saham teknologi menanjak 0,12%, sektor saham infrastruktur menguat 0,37% dan sektor saham transportasi melambung 0,23%.

Sementara itu, sektor saham energi turun 0,05%, sektor saham basic susut 0,35%, sektor saham teknologi melemah 0,11%.

Awal sesi perdagangan, saham DSSA melemah 3,01% menjadi Rp 810 per saham. Saham DSSA dibuka turun menjadi Rp 795 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 830 per saham. Harga saham DSSA berada di level tertinggi Rp 825 dan level terendah Rp 795 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.490 kali dengan volume perdagangan saham 1.145.194 saham. Nilai transaksi Rp 93 miliar.

Harga saham MERI naik 0,88% menjadi Rp 114 per saham. Saham MERI dibuka stagnan di Rp 113 per saham. Harga saham MERI berada di level tertinggi Rp 115 dan terendah Rp 112 per saham. Total frekuensi perdagangan sembilan kali dengan volume perdagangan saham 144 saham. Nilai transaksi Rp 1,6 juta.

 

 

 

Prediksi IHSG

Ilustrasi IHSG. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Rabu, (24/6/2026). IHSG hari ini akan menguji posisi 5.723-5.972. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melanjutkan koreksi 0,25% dan ditutup di level 6.101, pergerakan IHSG masih mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian dengan disertai munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Selasa, 23 Juni 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (b) dari wave [iv].

“Kami perkirakan, IHSG rawan melanjutkan koreksi untuk menguji rentang area 5.723-5.972, selanjutnya masih terdapat peluang IHSG menguat ke rentang 6.548-6.782,” tutur Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.784,5.594 dan level resistance 6.286,6.459 pada perdagangan saham Rabu pekan ini.

Terkait laporan MSCI terbaru mengenai klasifikasi pasar, Herditya menuturkan, Indonesia tetap mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market (EM) dalam MSCI 2026 Market Classification Review. Namun demikian, MSCI memberikan peringatan yang cukup tegas terkait berlanjutnya kekhawatiran investor global terhadap transparansi kepemilikan saham, validitas free float, serta dugaan praktik coordinated trading di pasar saham Indonesia.

Meskipun MSCI mengakui berbagai reformasi yang telah diumumkan oleh OJK, BEI, dan KSEI, termasuk peningkatan keterbukaan informasi kepemilikan saham, implementasi kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta roadmap peningkatan minimum free float menjadi 15%, MSCI menegaskan faktor yang paling menentukan adalah konsistensi implementasi dan dampak nyata dari reformasi tersebut terhadap kualitas pasar.

“Katalis penting yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah MSCI Index Review pada November 2026. Apabila MSCI menilai bahwa kemajuan yang dicapai belum memadai dan belum cukup kredibel, MSCI dapat memulai konsultasi formal terkait potensi reklasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market,” kata Herditya.

Ia menambahkan, meskipun risiko downgrade dalam jangka pendek berhasil dihindari, Indonesia masih berada dalam pengawasan yang lebih ketat, sehingga keberhasilan implementasi reformasi pasar tersebut akan menjadi faktor penentu dalam beberapa bulan ke depan.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance 6.050-6.220.

Rekomendasi Saham

Seorang juru kamera merekam layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).(BAY ISMOYO/AFP)

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indoensia Tbk (ADMR), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness

Saham ADMR terkoreksi 0,33% ke 1.525 dan masih didominasi oleh tekanan jual, tetapi pergerakannya masih mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.430-1.480

Target Price: 1.670, 1.795

Stoploss: below 1.340

 

2.PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) - Buy on Weakness

Saham ARCI menguat 2,88% ke 1.070 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatan ARCI masih tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi ARCI saat ini berada pada bagian dari wave B dari wave (4) dari wave [C],” kata Herditya.

Buy on Weakness: 970-1.055

Target Price: 1.195, 1.265

Stoploss: below 915

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Bukit Asam Tbk (PTBA) - Buy on Weakness

Saham PTBA terkoreksi 3,50% ke 2.480 dan masih didominasi oleh volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi PTBA sedang berada pada bagian dari wave 5 dari wave (C) dari wave [B],” ujar dia.

Buy on Weakness: 2.390-2.430

Target Price: 2.590, 2.710

Stoploss: below 2.370

 

4.PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Buy on Weakness

Saham TAPG terkoreksi 1,31% ke 1.505 dan masih didominasi oleh tekanan jual, tetapi pergerakannya masih mampu berada di atas MA20. “Saat ini, posisi TAPG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B),” kata dia.

Buy on Weakness: 1.375-1.455

Target Price: 1.575, 1.655

Stoploss: below 1.350

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya