Rekomendasi Saham 24 Juni 2026: RAJA, DSSA, ESSA, JSMR, hingga ISAT

Berikut strategi rekomendasi saham saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan saham, Rabu (24/6/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juni 2026, 09:00 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Rabu, (24/6/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun 0,25% menjadi 6.101,33 dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 311,60 miliar pada Selasa, 23 Juni 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham BMRI, DSSA, NATO, BBCA dan ASII.

“Setelah IHSG tes support di 6.000, IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound hari ini. Tapi hati-hati karena IHSG masoh rentan untuk koreksi,” ujar Retail Research Analyst, BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.060-6.000 dan level resistance 6.160-6.190.

Dalam riset PT Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, secara teknikal, IHSG mulai menutup area gap 6.118-5.960.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Lutfi memilih saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Indosat Tbk (ISAT).

Trading Idea hari ini: RAJA, DSSA, OASA, ESSA, JSMR, dan ISAT

RAJA Spec Buy dengan area di 4.140-4.110, dengan target dekat di 4.220-4.290. Cutloss di bawah 4.100.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 825-820, dengan target dekat di 845-855. Cutloss di bawah 820.

OASA Spec Buy dengan area beli di 276-274, cutloss di bawah 272. Target dekat di 282-286 

ESSA Spec Buy dengan area beli di 655-650, cutloss di bawah 645. Target dekat di 670-680.

JSMR Spec Buy dengan area beli di 2.840-2.820, cutloss di bawah 2.810. Target dekat di 2.900-2.940.

ISAT Spec Buy dengan area beli di 1.765-1.750, cutloss di bawah 1.745. Target dekat di 1.790-1.815.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 23 Juni 2026

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham, Selasa, (23/6/2026). Akan tetapi, koreksi IHSG hari ini berkurang jelang penutupan.

Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melemah 0,25% menjadi 6.101,33. Indeks saham LQ45 merosot 0,13% menjadi 598,42. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.121,77 dan level terendah 5.993,03. Sebanyak 373 saham melemah sehingga bebani IHSG. 282 saham menguat dan 160 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.790.736 kali dengan volume perdagangan saham 41,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 32,9 triliun. Transaksi harian saham hari ini di atas Rp 20 triliun seiring ada transaksi saham ARCI mencapai Rp 18 triliun di pasar negosiasi.

Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.862. Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham kesehatan naik 3,97%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 0,49%, sektor saham industri melompat 0,46%, sektor saham consumer nonsiklikal mendaki 0,15%. Selain itu, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,28%, sektor saham properti menguat 1,54% dan sektor saham infrastruktur melompat 0,27%.

Sementara itu, sektor saham energi melemah 0,61%, sektor saham keuangan terpangkas 0,62%, sektor saham teknologi susut 1,05%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi terpangkas 0,15%.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya