Kemhan Ungkap Penyebab Peserta SPPI Meninggal saat Latihan Dasar Militer

Dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal akibat heat stroke dan henti jantung saat mengikuti latihan dasar militer di satuan pendidikan TNI.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 Juni 2026, 01:04 WIB
Pelatihan Manajerial Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita atas meninggalnya dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) di satuan pendidikan TNI.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kedua peserta yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Keduanya sempat mendapatkan penanganan medis sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Anisa Muyassaroh mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Ia mengalami gangguan kesehatan pada 18 Juni 2026 dan sempat mendapat penanganan di fasilitas kesehatan satuan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat heat stroke,” kata Rico dalam keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, Yonanda Muhammad Taufiq merupakan peserta pendidikan di Satuan Pendidikan Puslatpur Kodiklatad, Baturaja. Ia mengalami penurunan kondisi kesehatan pada 17 Juni 2026 dan sempat mendapat penanganan tenaga kesehatan sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Berdasarkan keterangan medis, yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung,” ujarnya.

Rico mengatakan kedua peserta telah mengikuti seluruh tahapan seleksi sebelum menjalani pendidikan, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti program.

"Dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti rangkaian pendidikan," katanya.

Menurut Rico, Kemhan bersama TNI juga telah memberikan pendampingan kepada keluarga kedua peserta. Seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Evaluasi Menyeluruh

Koperasi Merah Putih di Kota Tangerang Selatan. (Istimewa)

Menyusul berbagai informasi yang berkembang di masyarakat, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan saat ini melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI.

Evaluasi tersebut mencakup mekanisme seleksi kesehatan, pengawasan medis selama pendidikan, penanganan peserta yang memiliki kondisi kesehatan khusus, hingga sistem komunikasi dan pelaporan.

Rico menegaskan Program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, kepemimpinan, kemampuan manajerial, dan semangat pengabdian untuk mendukung pembangunan nasional melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.

"Keikutsertaan peserta dalam program ini dilaksanakan secara sukarela sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pembangunan nasional dan penguatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan keselamatan dan kesehatan peserta menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan program. Hasil evaluasi atas peristiwa tersebut akan digunakan sebagai bahan perbaikan ke depan.

"Agar berlangsung semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel," kata Rico.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya