Saksikan Sinetron Lautan Cinta Episode Selasa 23 Juni Pukul 18.15 WIB di SCTV

Jingga dan Satria harus menghadapi situasi yang jauh lebih berat.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 23 Juni 2026, 17:10 WIB
Sinetron SCTV Lautan Cinta di Vidio (Dok. Vidio)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Lautan Cinta Episode Selasa 23 Juni mengisahkan, Ninik nyaris memergoki sebuah percakapan yang tengah berlangsung antara Bagas dan Miranda. Namun, sebelum ia mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, Bagas sudah lebih dulu pergi dari tempat itu. Yang sempat tertangkap oleh pandangan Ninik hanyalah ekspresi Miranda yang tampak berbeda dari biasanya.

Wajah perempuan itu terlihat cerah dan penuh kebahagiaan, seolah sedang menyimpan perasaan yang sulit disembunyikan. Pemandangan tersebut menimbulkan tanda tanya di benak Ninik. Meski belum memiliki bukti apa pun, ia mulai merasa ada sesuatu yang sedang terjadi. Di sisi lain, momen itu juga memperlihatkan perubahan pada Miranda yang perlahan kembali menemukan semangat hidupnya setelah sekian lama tenggelam dalam kesedihan.

Pada saat yang sama, Jingga dan Satria harus menghadapi situasi yang jauh lebih berat. Kecelakaan motor yang mereka alami di tengah hujan deras membuat keduanya terperosok ke sebuah jurang. Kondisi menjadi semakin sulit ketika kaki Jingga mengalami cedera dan ponsel mereka tidak dapat digunakan.

Dalam keadaan terisolasi dan tanpa bantuan, Satria berusaha melakukan segala cara agar Jingga tetap kuat. Ia membersihkan dan membalut luka di kaki gadis itu, sekaligus terus mengajaknya berbicara agar tidak kehilangan kesadaran. Setelah berjuang menembus dinginnya cuaca, Satria akhirnya menemukan sebuah saung kecil yang bisa dijadikan tempat berlindung sementara.

Di dalam saung tersebut, suasana berubah menjadi sangat emosional. Jingga yang kedinginan dan diliputi rasa takut terus menggigil. Melihat kondisi itu, Satria memeluknya erat untuk membantu menghangatkan tubuhnya. Kedekatan yang terjalin dalam situasi penuh tekanan itu perlahan menumbuhkan perasaan baru di antara mereka, meski keduanya sendiri belum sepenuhnya menyadarinya.

Sementara itu, Aidan bersama Selina, Bu Vera, Pak Rizal, dan beberapa mahasiswa lain terus melakukan pencarian. Kekhawatiran mereka semakin besar karena Jingga dan Satria tak kunjung kembali. Setelah menyusuri kawasan pegunungan, pencarian itu akhirnya membawa mereka ke sebuah saung yang menjadi tempat perlindungan kedua mahasiswa tersebut.

Ketika pintu saung terbuka, Aidan menjadi orang pertama yang melihat Jingga dan Satria sedang berpelukan. Ia langsung terpaku, tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Sesaat kemudian, anggota rombongan lain juga menyaksikan pemandangan yang sama. Selina merasa sangat kecewa karena menganggap kepercayaannya terhadap Jingga telah dikhianati.

Aidan yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Jingga pun tak kalah terluka. Tanpa mengetahui situasi sebenarnya, mereka semua langsung mengambil kesimpulan sendiri. Di tengah kesalahpahaman yang semakin besar, Jingga dan Satria bahkan belum memiliki kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya