Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Selasa 23 Juni Pukul 17.00 WIB di SCTV.

Harry dan Aqeela habiskan waktu di hutan kota.

oleh Tim ShowbizDiterbitkan 23 Juni 2026, 16:23 WIB
Sinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV. (dok. SCTV)

Liputan6.com, Jakarta - Sinetron Asmara Gen Z Episode Selasa 23 Juni mengisahkan, suasana hutan kota yang tenang menjadi tempat Harry dan Aqeela menghabiskan waktu bersama. Sebuah tenda telah berdiri kokoh di belakang mereka, sementara beberapa buku pelajaran dan lembar soal ujian tampak berserakan di atas alas piknik. Aqeela terlihat kebingungan menatap tumpukan buku tersebut.

Wajahnya menunjukkan rasa cemas karena banyaknya materi yang harus dipelajari. Melihat kepanikan Aqeela, Harry hanya tersenyum santai. Dengan nada menenangkan, ia bertanya pelan, materi mana yang ingin dipelajari lebih dulu. Sikap Harry membuat suasana menjadi lebih ringan dan membantu Aqeela merasa sedikit lebih tenang.

Di tempat lain, Fattah berjalan berdampingan dengan Oliver. Setelah beberapa saat terdiam, Fattah akhirnya membuka percakapan mengenai pembicaraan mereka sebelumnya di lapangan basket. Dengan nada tegas, ia mengaku sudah mengambil keputusan terkait hal yang sempat mereka bahas. Oliver menoleh dan menatap Fattah, menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai keputusan penting yang telah dibuat sahabatnya itu.

Sementara itu, Flavio tampak duduk di lantai dekat wastafel dengan raut wajah penuh kegelisahan. Cantika dan Vania yang melihat kondisi tersebut segera menghampirinya. Keduanya kemudian memeluk Flavio sebagai bentuk dukungan. Flavio mengungkapkan keraguannya terhadap jawaban yang ia berikan sebelumnya dan takut hasilnya tidak sesuai harapan.

Cantika berusaha menenangkan perasaannya. Ia mengatakan bahwa Flavio sudah melakukan yang terbaik dan tidak perlu terus menyalahkan diri sendiri. Menurutnya, yang terpenting adalah usaha yang telah dilakukan, apa pun hasil akhirnya nanti.

Di lokasi berbeda, Fattah dan Blade sedang duduk berhadapan di depan kanvas lukis yang baru saja mereka selesaikan. Setelah memperhatikan hasil karya Fattah, Blade penasaran dan bertanya tentang sosok yang ada di dalam lukisan tersebut. Fattah menjelaskan bahwa gambar itu adalah Sandy, adiknya.

Dengan suara yang mulai bergetar, ia mengenang pertemuan mereka yang begitu singkat. Saat rasa sayang dan kedekatan mereka sedang tumbuh, takdir justru memisahkan mereka. Mendengar kisah tersebut, Blade terdiam. Matanya perlahan berkaca-kaca, ikut merasakan kesedihan yang tersimpan dalam kenangan Fattah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya