Kapitalisasi Pasar SpaceX Merosot Rp 10.710 Triliun

Harga saham SpaceX meski alami koreksi pada 22 Juni 2026, tetapi lebih tinggi dari harga IPO US$ 135.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 Juni 2026, 17:29 WIB
Para karyawan SpaceX merayakan penutupan perdagangan saham perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq MarketSite di New York, Jumat, 12 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Liputan6.com, Jakarta - Saham SpaceX merosot dalam tiga hari berturut-turut, sehingga kapitalisasi pasar merosot miliaran dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini setelah SpaceX menjual obligasi untuk pertama kali.

Mengutip Straits Times, Selasa (23/6/2026), saham SpaceX turun 16% pada 22 Juni, dan ditutup menjadi US$ 154,60, level terendah sejak hari pertama perdagangan perusahaan. Koreksi itu membawa harga saham SpaceX dalam tiga hari turun menjadi 23%. Kapitalisasi pasar SpaceX merosot lebih dari US$ 600 miliar atau Rp 10.710 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.850).

Saat ini kapitalisasi pasar SpaceX berada sedikit di atas US$ 2 triliun atau Rp 35.702 triliun. “Penjual kembali memegang kendali. Siapapun di dunia yang ingin membeli ini sudah membelinya,” ujar Chief Market Strategist JonesTrading, Michael O’Rourke.

Hari-hari pertama perdagangan saham SpaceX setelah IPO senilai US4 75 miliar yang memecahkan rekor, diwarnai dengan volatilitas yang umumnya terkait IPO baru yang memiliki jumlah saham beredar rendah. Hanya 4,2% dari total saham beredar yang tersedia untuk diperdagangkan pada hari pertama, dan minat tinggi dari investor ritel.

Meski terjadi koreksi harga saham pada 22 Juni, SpaceX tetap menjadi perusahaan terbesar keenam di dunia. Hal ini seiring harga saham SpaceX naik 15% dari harga IPO US$ 135.

Selain itu, Bloomberg melaporkan, SpaceX juga menawarkan obligasi pertama US$ 20 miliar atau Rp 357,02 triliun.

Tak hanya itu, SpaceX juga menandatangani perjanjian bernilai miliaran dolar AS untuk menyediakan sumber daya komputasi kepada perusahaan rintisan AI, Reflection AI.

 

Penggunaan AI

Karyawan SpaceX merayakan momen upacara pembunyian bel saat IPO SpaceX di Nasdaq MarketSite di New York, Jumat, 12 Juni 2026. (AP Photo/Frank Franklin II)

Penggunaan AI oleh SpaceX dengan akuisisi Xai milik Elon Musk pada Februari berarti investor mengamati dengan seksama pencatatan saham itu menjelang potensi IPO pesaing-nya yakni Anthropic dan OpenAI. Dua perusahaan itu akan go public paling cepat 2026. Valuasi diperkirakan sekitar US$ 1 triliun atau Rp 17.851 triliun.

Perdagangan ritel di SpaceX, yang resmi bernama Space Exploration Technologies, adalah yang terkuat dari semua IPO dalam sejarah baru-baru ini. Kelompok investor membeli bersih US$ 405 juta atau Rp 7,2 triliun dalam lima sesi pertama, menurut Vanda Research.

Investor ritel membeli lebih banyak saham SpaceX minggu lalu daripada gabungan pembelian seluruh saham Magnificent Seven, data menunjukkan.

Pada 22 Juni, pedagang ritel masih menjadi pembeli bersih SpaceX, tetapi arus masuk berada di bawah level minggu lalu, data Vanda menunjukkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya