7 Tips Dasar Berkendara dengan Sepeda Motor Agar Irit BBM, Bikin Pengeluaran Lebih Hemat

Pelajari tips dasar berkendara dengan sepeda motor agar irit BBM yang mudah diterapkan sehari-hari. Cocok untuk pengendara pemula hingga berpengalaman.

oleh Mutia AnggrainiDiterbitkan 23 Juni 2026, 15:30 WIB
Tips Dasar Berkendara dengan Sepeda Motor Agar Irit BBM (AI Generated)

Liputan6.com, Jakarta - Menerapkan tips dasar berkendara dengan sepeda motor agar irit BBM kini menjadi langkah krusial setelah PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92). Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022, harga Pertamax melonjak cukup tajam dari yang sebelumnya Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan harga yang cukup signifikan ini tentu menjadi alarm bagi para komuter agar lebih bijak dalam mengoperasikan kendaraan mereka sehari-hari.

Faktanya, gaya berkendara harian yang kurang tepat sering kali menjadi simulator utama borosnya tangki bensin. Kebiasaan buruk seperti menarik tuas gas secara mendadak, melakukan pengereman keras yang tidak perlu, hingga membiarkan tekanan angin ban rendah tanpa disadari membuat mesin bekerja dua kali lebih keras. Oleh karena itu, memahami teknik berkendara yang efisien kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan untuk menjaga stabilitas pengeluaran bulanan Anda.

Melalui penyesuaian kebiasaan di jalan raya, Anda dapat mengoptimalkan setiap tetes bahan bakar secara maksimal. Mulai dari menjaga kecepatan tetap konstan hingga disiplin melakukan perawatan berkala, perubahan-perubahan kecil ini akan memberikan dampak besar bagi kantong Anda. Dengan mempraktikkan cara berkendara yang tepat, mobilitas harian tetap lancar tanpa harus pusing memikirkan lonjakan harga BBM di SPBU. Lantas, bagaimana tipsnya? Dilansir dari berbagai sumber, Selasa (23/6), berikut ulasan selengkapnya. 

1. Jaga Kecepatan Stabil Saat Berkendara

Menjaga kecepatan tetap stabil merupakan salah satu kunci utama agar motor lebih hemat BBM. Saat pengendara sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak, mesin akan bekerja lebih keras sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Kecepatan yang tidak stabil juga membuat sistem pembakaran tidak bekerja secara optimal. Akibatnya, bensin yang digunakan tidak terbakar dengan sempurna dan terbuang percuma. Inilah yang sering terjadi pada pengendara yang sering “stop and go” secara agresif di jalan.

Untuk mengatasinya, usahakan berkendara dengan kecepatan konstan sesuai kondisi jalan. Jika memungkinkan, hindari menarik gas secara tiba-tiba dan kurangi pengereman mendadak kecuali dalam keadaan darurat. Dengan cara ini, konsumsi BBM akan lebih efisien.

2. Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak

Tips Dasar Berkendara dengan Sepeda Motor Agar Irit BBM (AI Generated)

Gaya berkendara agresif seperti gas mendadak atau rem mendadak dapat membuat BBM lebih cepat habis. Saat motor dipacu secara tiba-tiba, mesin membutuhkan suplai bahan bakar lebih banyak untuk menghasilkan tenaga besar dalam waktu singkat.

Selain boros BBM, kebiasaan ini juga berdampak pada komponen motor seperti kampas rem dan mesin yang lebih cepat aus. Dalam jangka panjang, biaya perawatan pun bisa meningkat.

Sebagai solusi, biasakan membuka gas secara perlahan dan bertahap. Gunakan pengereman secara halus dengan memperkirakan kondisi jalan di depan. Dengan cara ini, selain lebih hemat BBM, keselamatan berkendara juga lebih terjaga.

3. Gunakan Gigi atau Rasio yang Tepat 

Pada motor manual, penggunaan gigi yang tepat sangat berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Banyak pengendara yang terlalu lama menggunakan gigi rendah, padahal kondisi jalan sudah memungkinkan untuk pindah ke gigi yang lebih tinggi.

Menggunakan gigi rendah dalam kecepatan tinggi akan membuat mesin bekerja lebih keras dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Sebaliknya, menggunakan gigi terlalu tinggi di kecepatan rendah juga tidak efisien karena mesin menjadi “berat”.

Oleh karena itu, penting untuk memahami kapan waktu yang tepat untuk perpindahan gigi. Biasakan menaikkan gigi sesuai putaran mesin agar kerja motor tetap optimal dan BBM lebih hemat.

4. Periksa Tekanan Angin Ban Secara Rutin

Tips Dasar Berkendara dengan Sepeda Motor Agar Irit BBM (AI Generated)

Tekanan angin ban yang tidak sesuai dapat memengaruhi efisiensi bahan bakar. Ban yang kurang angin membuat gesekan dengan jalan menjadi lebih besar, sehingga mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan motor.

Kondisi ini secara tidak langsung membuat konsumsi BBM meningkat. Selain itu, ban yang kurang tekanan juga bisa mengurangi kenyamanan dan stabilitas saat berkendara.

Untuk itu, pastikan selalu mengecek tekanan angin ban secara rutin, minimal seminggu sekali. Gunakan tekanan sesuai rekomendasi pabrikan agar motor tetap ringan saat dikendarai dan lebih hemat bahan bakar.

5. Hindari Membawa Beban Berlebihan

Beban yang terlalu berat pada motor akan membuat mesin bekerja ekstra. Semakin berat beban yang dibawa, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan, sehingga konsumsi BBM ikut meningkat.

Kebiasaan membawa barang berlebihan sering tidak disadari oleh pengendara, terutama saat bepergian jauh atau membawa banyak barang sekaligus. Padahal, hal ini cukup berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar.

Sebaiknya bawa barang seperlunya saja dan gunakan tas atau box motor jika memang dibutuhkan. Dengan mengurangi beban berlebih, motor akan lebih ringan dan penggunaan BBM menjadi lebih hemat.

6. Rutin Servis Motor Secara Berkala

Tips Dasar Berkendara dengan Sepeda Motor Agar Irit BBM (AI Generated)

Kondisi mesin yang terawat sangat memengaruhi efisiensi BBM. Motor yang jarang diservis biasanya mengalami penurunan performa, seperti pembakaran yang tidak sempurna atau filter udara yang kotor.

Jika hal ini dibiarkan, konsumsi bahan bakar bisa meningkat tanpa disadari. Selain boros, motor juga bisa terasa kurang bertenaga saat digunakan.

Oleh karena itu, lakukan servis rutin sesuai jadwal yang dianjurkan pabrikan. Pastikan juga mengganti oli, membersihkan filter udara, dan mengecek sistem pembakaran agar motor tetap dalam kondisi optimal.

7. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama

Kebiasaan membiarkan mesin menyala saat berhenti lama, misalnya di lampu merah atau menunggu seseorang, bisa membuat BBM terbuang sia-sia. Meskipun terlihat kecil, jika dilakukan terus-menerus, konsumsi bahan bakar akan meningkat.

Mesin yang tetap menyala tanpa bergerak tetap menggunakan bahan bakar untuk menjaga putaran mesin. Ini tentu tidak efisien, terutama jika kondisi berhenti cukup lama.

Jika berhenti lebih dari satu menit, sebaiknya matikan mesin. Selain menghemat BBM, cara ini juga membantu mengurangi emisi gas buang dan lebih ramah lingkungan.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Tips Dasar Berkendara dengan Sepeda Motor Agar Irit BBM

1. Apa cara paling sederhana agar motor lebih irit BBM?

Menjaga kecepatan stabil dan menghindari gas serta rem mendadak adalah cara paling efektif untuk menghemat BBM.

2. Apakah tekanan angin ban berpengaruh pada konsumsi bensin?

Ya, ban yang kurang angin membuat motor lebih berat sehingga BBM jadi lebih boros.

3. Apakah motor yang sering diservis lebih hemat BBM?

Benar, servis rutin membantu menjaga performa mesin tetap optimal dan lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar.

4. Apakah membawa beban berat bisa membuat motor boros BBM?

Ya, beban berlebih membuat mesin bekerja lebih keras sehingga konsumsi BBM meningkat.

5. Apakah perlu mematikan mesin saat berhenti sebentar?

Jika berhenti cukup lama, mematikan mesin bisa membantu menghemat BBM dan mengurangi emisi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya