Rekomendasi Saham 23 Juni 2026: TINS,ADRO, OASA, hingga AMRT

Berikut strategi rekomendasi saham pada perdagangan saham Selasa, (23/6/2026) saat IHSG diprediksi melemah.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 23 Juni 2026, 10:00 WIB
Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Selasa, (23/6/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun 0,98% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing senilai Rp 1,11 triliun pada Senin, 22 Juni 2026.

“IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan terbatas di area support 6.080-6.065,” kata Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana.

Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 6.080-6.065 dan level resisntance 6.138-6.160.

Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, pergerakan IHSG masih bergerak sideways dalam jangka pendek karena berada di antara moving average (MA)10 harian dan MA20. Meski demikian, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menutup gap di area 6.007-6.118 dan 5.784-5.952.

“Sementara itu, apabila momentum rebound berlanjut, IHSG berpeluang menguji resistance terdekat di level 6.226-6.286, dengan resistance selanjutnya di level 6.377,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Lutfi memilih saham PT Timah Tbk (TINS), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), dan PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).

Rekomendasi Teknikal

Trading Idea hari ini: TINS, ADRO, OASA, GPSO, AMRT, BULL

  • TINS Spec Buy dengan area di 3.700-3.670, dengan target dekat di 3.800-3.860. Cutloss di bawah 3.670.
  • ADRO Spec Buy dengan area beli di 2.280-2.270, dengan target dekat di 2.340-2.360. Cutloss di bawah 2.260.
  • OASA Spec Buy dengan area beli di 264-262, cutloss di bawah 260. Target dekat di 270-274.
  • GPSO Spec Buy dengan area beli di 484-480, cutloss di bawah 476. Target dekat di 494-500.
  • AMRT Spec Buy dengan area beli di 1.400-1.395, cutloss di bawah 1.390. Target dekat di 1.440-1.450.
  • BULL Spec Buy dengan area beli di 382-380, cutloss di bawah 378. Target dekat di 392-396.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 22 Juni 2026

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Senin, (22/6/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang tertekan dan nilai transaksi harian di bawah Rp 15 triliun.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,98% menjadi 6.116,69. Indeks LQ45 terpangkas 1,67% menjadi 599,19. Sebagian besar

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.226,71 dan level terendah 6.052,93. Sebanyak 445 saham melemah sehingga bebani IHSG. 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.735.799 kali dengan volume perdagangan saham 22,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 13,5 triliun. Transaksi harian saham ini di bawah rata-rata transaksi harian sepanjang 2026 sebesar Rp 24,7 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, hal itu seiring investor masih menunggu pengumuman MSCI dan sejumlah sektor saham melemah. 

"Terdapat kemungkinan investor masih wait and see akan ada pengumuman dari MSCI dan beberapa sektor movers IHSG juga cenderung melemah,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.828.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham menguat. Sektor saham energi naik 1,47% dan sektor saham teknologi menanjak 0,18%. Sementara itu, sektor saham basic turun 2,49%, sektor saham industri merosot 2,3%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,31%.

Lalu sektor saham consumer siklikal susut 1,67%, sektor saham kesehatan merosot 2,23%, sektor saham keuangan terpangkas 1,58%, sektor saham properti melemah 1,2%. Kemudian sektor saham infrastruktur turun 0,97% dan sektor saham transportasi turun 0,10%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya