Cerita Haru di Balik Pengamen Viral Bawa Anak di Depok

Awak Liputan6.com mencoba menelisik lebih dekat pengamen viral di Depok dengan menyambangi kediamannya di wilayah Kabupaten Bogor.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 22 Juni 2026, 23:32 WIB
Keluarga Siti didatangi tim Kemensos usai video mengamen viral di media sosial. (Liputan6.com/ Dicky)

Liputan6.com, Bogor - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan, ibu dan kedua anaknya kompak mengamen di sebuah tempat makan, di Jalan Raya Cipayung, Depok. Awak Liputan6.com mencoba menelisik lebih dekat pengamen yang viral di Depok, Siti Uswattun Khasanah (26), dengan menyambangi rumahnya di wilayah Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Sebuah rumah berukuran 10 x 4 meter menjadi tempat berteduh Siti bersama suami, yakni Ardiansyah dan ketiga anaknya. Pada kesempatan itu, Siti mengaku sudah mengamen sejak beberapa tahun lalu.

“Dahulunya saya ngamen badut, sekarang musisi jalanan,” ujar Siti, Senin (22/6/2026).

Siti menjelaskan, terpaksa mengamen untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Hal itu dilakukannya usai suaminya sakit karena mengalami kecelakaan.

“Suami saya sakit, dulu suami bekerja di online shop dan hingga sekarang belum dapat bekerja kembali dengan normal,” jelas Siti.

Menjelang malam, Siti telah menyiapkan gitar dan menunggu kedatangan anak pertamanya, Novi, yang masih kelas V SD. Usai pulang sekolah, Siti bersama dengan Novi dan adiknya yang berusia dua tahun, langsung keliling mengamen.

“Suami saya juga sempat ikut ngamen juga untuk memenuhi kebutuhan hidup kami,” ucap Siti.

Siti mengaku harus membagi waktu saat mengamen, guna tidak mengganggu Novi yang sekolah. Saat pulang sekolah, Novi kerap menemani Siti mengamen sambil menggendong adiknya, Arfina agustin berusia dua tahun.

“Dia (Novi) minta ikut, mungkin daripada di rumah kali,” terang Siti.

Suka dan duka dilalui Siti dan keluarganya menjadi musisi jalanan, menyusuri setiap langkah demi mengais rezeki yang halal. Bermodalkan gitar, sejumlah tembang lagu dinyanyikan Siti bersama anaknya yang tampak ceria sambil ikut bernyanyi.

“Anak-anak senang karena bisa bantu orang tuanya, ga ngeluh sih,” kata Siti.

Siti mengaku bersama suaminya mengamen mampu meraih rezeki Rp 100 ribu perhari. Menurutnya, rezeki hasil mengamen atau menjadi musisi jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan sekolah anaknya.

Siti mengungkapkan, anaknya yang pertama yakni Novi memiliki nilai akademik yang baik. Novi mampu meraih prestasi 10 terbaik setiap penilaian pendidikan di sekolah.

“Novi selalu masuk dalam 10 besar nilai di sekolahnya,” ungkap Siti.

Meskipun ekonomi Siti yang belum dapat dikatakan cukup, Siti memiliki mimpi untuk berhenti mengamen. Apabila kelak memiliki modal yang cukup, Siti ingin berjualan secara mandiri sehingga anaknya dapat fokus sekolah dan tidak ikut mengamen.

“Pengennya punya usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup,” kata Siti.

Sementara, Novi mengaku bahagia saat ikut kedua orang tuanya menjadi musisi jalanan. Novi tidak pernah mengeluh saat setiap langkah kakinya harus menggendong adiknya saat mengamen dari satu ruko ke ruko lain maupun tempat makan di sepanjang jalan.

“Novi ikhlas bantu mama ngamen, kalau jalannya pakai ikhlas, ngak bakal capek,” tutur Novi.

Meskipun masih terbilang anak, namun pemikiran Novi layaknya orang dewasa. Hal itu dibuktikan bahwa apapun yang harus dijalaninya, Novi akan berusaha membahagiakan kedua orang tuanya meskipun dengan cara mengamen.

“Cita-citaku cuma pengen bahagiain bunda sama ayah doang,” pungkas Novi. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya