Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap persiapan Tim Nasional (Timnas) Indonesia menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030.
Dukungan tersebut mencakup berbagai program pengembangan yang disusun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), mulai dari pembinaan pemain, penguatan kompetisi, hingga pengembangan ekosistem sepak bola nasional.
Advertisement
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemerintah berupaya memastikan seluruh aspek pendukung pengembangan Timnas dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
“Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan penuh terhadap program-program pengembangan Timnas yang disusun PSSI,” kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, pemerintah ingin memastikan pembinaan pemain, penguatan kompetisi, dan dukungan kelembagaan berjalan selaras untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia dalam jangka panjang.
Qodari menilai sinergi antara pemerintah, PSSI, dan jajaran pelatih menjadi faktor penting untuk mewujudkan target yang telah ditetapkan.
“Sinergi antara pemerintah, federasi, dan jajaran pelatih menjadi modal penting untuk mengubah optimisme menjadi capaian nyata melalui kerja keras, persiapan matang, dan target yang terukur,” ujarnya.
Ia menjelaskan pertemuan Presiden Prabowo dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, serta jajaran pelatih Timnas merupakan bagian dari langkah awal dalam menyusun strategi menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030.
Selain sepak bola, pemerintah juga menyiapkan berbagai program untuk memperkuat pembinaan olahraga nasional secara menyeluruh.
“Tidak hanya dalam sepak bola, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang untuk kemajuan olahraga nasional lainnya,” kata Qodari.
Pembangunan Akademi Olahraga
Salah satu program yang disiapkan adalah pembangunan Akademi Olahraga sebagai pusat pembinaan talenta muda dari berbagai cabang olahraga. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat proses pencarian dan pembinaan atlet sejak usia dini secara lebih terstruktur.
Pemerintah juga akan memperkuat program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang melalui skema pendanaan multiyears guna menjamin keberlanjutan pembinaan atlet.
Menurut Qodari, perhatian yang sama juga diberikan kepada atlet disabilitas melalui penguatan program pembinaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia olahraga.
“Pemerintah akan memperkuat program pembinaan mereka melalui pemberian sertifikasi kepelatihan,” ujarnya.
Ia mengatakan sertifikasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi atlet disabilitas untuk tetap berkiprah di dunia olahraga setelah pensiun sebagai atlet, termasuk menjadi pelatih bagi generasi berikutnya.
“Pada akhirnya, membangun prestasi olahraga bukan hanya soal memenangkan pertandingan hari ini, tetapi juga menyiapkan generasi juara untuk tahun-tahun yang akan datang,” kata Qodari.