Liputan6.com, Jakarta - Alexis Mac Allister mengungkapkan kekagumannya kepada Lionel Messi setelah Argentina mengawali Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan atas Aljazair. Gelandang Liverpool itu menilai kualitas Messi sangat istimewa dan sulit ditiru oleh pemain lain.
Argentina membuka kampanye mereka dengan kemenangan 3-0 atas Aljazair. Dalam pertandingan tersebut, Messi tampil gemilang dengan mencetak hattrick untuk membawa La Albiceleste meraih tiga poin.
Advertisement
Mac Allister turut berperan penting dalam kemenangan tersebut. Ia beberapa kali terlibat dalam proses terciptanya gol yang dicetak sang kapten.
Menurut Mac Allister, bermain bersama Messi memberikan pengalaman berbeda dibandingkan pemain lain. Ia juga menilai kapten Argentina itu tetap menunjukkan kualitas luar biasa meski sudah berada di penghujung kariernya.
Tidak Akan Ada Lagi Pemain Seperti Messi
Messi kembali menjadi pusat perhatian setelah tampil dominan pada laga pembuka Argentina di Piala Dunia 2026. Penampilannya membuat rekan-rekan setimnya kembali dibuat kagum oleh kemampuan yang dimilikinya.
Mac Allister mengakui ada banyak hal yang membuat Messi berbeda dari pemain lain. Ia merasa beruntung bisa bermain bersama sosok yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
"Saya sangat menikmati kebersamaan dengan Leo. Tidak akan ada lagi pemain seperti dirinya," ujar Mac Allister.
"Sangat berbeda melihatnya dari dekat. Hal-hal yang dia lakukan tidak normal. Dari sisi saya, saya hanya mencoba memanfaatkannya karena dia sangat penting bagi kami untuk meraih kemenangan, sekaligus mengaguminya," lanjut Mac Allister.
Sulit Belajar dari Keajaiban Messi
Mac Allister menilai kemampuan teknis Messi sering kali berada di luar nalar pemain lain. Karena itu, ia merasa tidak mudah meniru apa yang dilakukan sang kapten di lapangan.
Meski demikian, gelandang berusia 27 tahun tersebut tetap mengambil banyak pelajaran dari Messi. Bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga mengenai sikap dan kepribadian.
"Sangat sulit belajar dari apa yang dia lakukan karena Anda bisa membayangkannya di kepala, tetapi Anda tidak akan pernah bisa melakukannya dengan cara yang sama," kata Mac Allister.
"Hal yang saya pelajari darinya adalah nilai-nilai dan kerendahan hati yang dia miliki meskipun berada pada posisi seperti sekarang," tambah Mac Allister.