IPO, Esa Medika Tawarkan 522,85 Juta Saham ke Publik

PT Esa Medika Mandiri Tbk akan mulai melakukan penawaran awal pada 22 Juni 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Juni 2026, 16:28 WIB
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), perusahaan bergerak di perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran akan melepas 522,85 juta saham ke publik. Hal itu dalam rangka penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Mengutip laman e-ipo, Minggu, (21/6/2026), PT Esa Medika Mandiri melepas saham itu sekitar 30% dari jumlah modal dan disempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO dengan nilai nominal Rp 50 per saham.

Perseroan menawarkan harga perdana di kisaran Rp 446-Rp 515 per saham. Dengan demikian, dana IPO yang diincar maksimal Rp 269,27 miliar.

Selain itu, perseroan mengalokasikan maksimal 10% saham atau maksimal 52.285.700 saham untuk program alokasi saham kepada karyawan perseroan atau employee stock allocation (ESA).

Dana IPO antara lain akan dipakai untuk pembayaran sebagian pokok pinjaman sebesar Rp 50 miliar. Lalu sekitar 11,8% untuk pengembangan usaha perseroan yaitu dalam bentuk belanja modal untuk pembangunan gedung pabrik Cikupa. Kemudian maksimal 68,7% untuk keperluan modal kerja perseroan yakni pembelian barang terkait proyek serta pembelian bahan baku.

Pemegang saham perseroan setelah IPO dan program ESA antara lain Surya Gunawan Widjaja sebesar 21%, Eddy Lie sebesar 10%, Andrew Ignatius Widjaja sebesar 16%, Florian Chris Widjaja sebesar 11%, Andrian Matthew Widjaja sebesar 11%, dan kepemilikan masyarakat di bawah 5% sebesar 27%. Sedangkan untuk program ESA sebesar 3%.

Kebijakan Dividen

Setelah IPO, perseroan akan memakai tahun buku yang berakhir pada 2027 untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham. Maksimal dividen yang akan dibagikan sebesar 30% dari laba bersih tahun berjalan perseroan.

“Besarnya pembagian dividen ditentukan berdasarkan hasil RUPS Tahunan Perseroan dan akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas Perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal dan rencana investasi Perseroan di masa yang akan datang dan dengan memperhatikan pembatasan peraturan dan kewajiban lainnya,” demikian seperti dikutip.

 

 

Jadwal IPO

Pekerja berbincang di dekat layar indeks saham gabungan di BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kinerja Keuangan

Hingga 2025, perseroan mencatat penjualan Rp 454,63 miliar dari 2024 sebesar Rp 384,93 miliar. Perseroan meraih laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 34,13 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 11 miliar.

Perseroan mencatat aset Rp 564,43 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 714,39 miliar. Liabilitas perseroan turun menjadi Rp 419,42 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 641,01 miliar. Total ekuitas sebesar Rp 145,01 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 73,37 miliar.

Jadwal Sementara IPO:

  • Masa penawaran awal pada 22-24 Juni 2026
  • Tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Juni 2026
  • Masa penawaran umum perdana saham pada 2-6 Juli 2026
  • Tanggal penjatahan pada 6 Juli 2026
  • Tanggal distribusi saham pada 7 Juli 2026
  • Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Juli 2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya