Dana Pensiun di Jepang Bakal Investasi Kripto

Seiring pasar kripto semakin matang dan mengurangi risiko mata uang mendorong dana pensiun di Jepang ini investasi di kripto.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 21 Juni 2026, 15:58 WIB
Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Dana pensiun perusahaan Jepang akan mulai investasi di kripto pada tahun fiskal 2026. Hal itu menjadi langka bagi sektor dana pensiun di Jepang.

Mengutip Coinmarketcap, Minggu, (21/6/2026), the National Business Corporate Pension Fund, yang berbasis di Okayama, melayani sekitar 1.200 perusahaan kecil dan menengah. Dana pensiun itu mengelola sekitar 21,3 miliar yen atau sekitar US$ 136 juta. Jumlah itu setara Rp 2,42 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.820).

Dana pensiun itu dilaporkan berencana mengalokasikan sekitar 1% dari total aset ke kripto. Eksposur itu akan dilakukan melalui dana pasif yang dikelola hedge fund besar dan akan memegang beberapa kripto. Dana pensiun itu belum mengungkapkan tokennya.

Alokasi yang dilaporkan tidak dianggap sebagai taruhan jangka pendek pada harga kripto. CoinPost menyebutkan, tujuan utama dana pensiun adalah diversifikasi risiko mata uang. Komposisi aset dana pada tahun fiskal 2025 yakni 80% yen, 15% ditempatkan di dolar, dan 5% di mata uang lainnya.

Untuk tahun fiskal 2026, dana itu berencana mengurangi eksposur yen menjadi 70% dan menambahkan alokasi 10% ke mata uang pasar negara maju. 5% lainnya akan mencakup mata uang pasar negara berkembang, emas, dan kripto. Direktur Investasi Dana Pensiun Aiyu Kiguchi menuturkan, dolar mungkin akan kehilangan status sebagai mata uang cadangan. Hal itu menjadi alasan dana pensiun tidak meningkatkan kepemilikan dolar.

Riset Enam Tahun

Kiguchi menuturkan, pihaknya mempertimbangkan kripto dalam alokasi investasi setelah melakukan riset selama enam tahun. Ia mengatakan, pasar telah matang karena basis investor menjadi lebih dalam. Dana pensiun itu juga sedang mempelajari anggaran yang memakai strategi arbitrase di beberapa kripto.

Rencana itu tetap kecil sesuai desainnya. Alokasi 1% akan memberikan eksposur kepada dana pensiun sambil membatasi tekanan langsung pada portofolio yang lebih luas. Hal itu penting karena manfaat pasti harus melindungi tabungan pensiun dan mengelola kerugian dengan hati-hati. CoinPost mengatakan, dana pensiun itu memiliki rasio pendanaan di atas 140% dan rasio ekuitas di atas 30%

 

Peraturan Kripto di Jepang Berubah

Ilustrasi harga kripto. (Foto by AI)

Rencana dana pensiun ini muncul seiring Jepang bergerak menuju revisi peraturan kripto. Seperti yang dilaporkan oleh Crypto.news, majelis rendah Jepang mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) pada 11 Juni untuk memindahkan kripto dari Undang-Undang Layanan Pembayaran ke Undang-Undang Instrumen Keuangan dan Bursa.

Crypto.news juga melaporkan, tarif pajak terkait 20% adalah target 2028, bukan perubahan langsung. Pergeseran hukum yang sama dapat membantu membuka jalan bagi dana yang diperdagangkan di bursa kripto yang diatur di Jepang, meskipun tinjauan lebih lanjut dari majelis tinggi dan pembuatan peraturan masih diperlukan.

Bursa Osaka Incar Kontrak Berjangka Bitcoin

CoinPost mencatat Bursa Osaka, bagian dari Japan Exchange Group, bertujuan meluncurkan kontrak berjangka bitcoin pada 2028, jika ETF bitcoin spot menjadi legal di Jepang. Bursa tersebut akan menggunakan kontrak berjangka untuk memenuhi permintaan lindung nilai dari investor institusional.

Reuters melaporkan, panel partau yang berkuasa juga mendesak Jepang untuk membangun kerangka hukum untuk ETF kripto dan mempromosikan stablecoin yen di Asia.

Secara bersama-sama, langkah-langkah ini menunjukkan bagaimana Jepang mencoba menempatkan kripto di dalam saluran pasar yang teregulasi daripada hanya membiarkannya diperdagangkan langsung di bursa.

Rencana dana pensiun itu menandai langkah hati-hati dari pemilik aset Jepang berukuran menengah. Hal ini tidak mengubah profil risiko kripto. Namun, hal ini menunjukkan beberapa lembaga domestik sekarang melihat paparan kripto yang terbatas sebagai bagian dari perencanaan mata uang dan portofolio.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya