William Saliba Akui Bermain dengan Rasa Sakit Demi Prancis di Piala Dunia 2026

William Saliba mengaku tidak dalam kondisi terbaik di Piala Dunia 2026. Bek Prancis itu tetap berjuang meski bermain sambil menahan sakit.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 21 Juni 2026, 06:21 WIB
Bek Prancis William Saliba berebut bola dengan penyerang Afrika Selatan Bongokuhle Hlongwane dalam laga persahabatan di Stadion Pierre Mauroy, Rabu (30/3/2022) dinihari WIB. Timnas Prancis berpesta lima gol ke gawang Afrika Selatan. (DENIS CHARLET / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - William Saliba mengungkapkan dirinya masih bermain sambil menahan rasa sakit saat membela Prancis di Piala Dunia 2026. Bek Arsenal itu mengaku belum berada dalam kondisi 100 persen karena masalah punggung yang sudah dirasakan beberapa bulan terakhir.

Saliba menjadi salah satu pemain penting ketika Arsenal berhasil meraih gelar Premier League setelah menunggu selama 22 tahun. Namun, kondisi fisiknya menjadi perhatian karena ia harus menjalani program latihan khusus bersama tim nasional Prancis.

Pemain berusia 25 tahun itu tetap tampil solid ketika Prancis mengawali turnamen dengan kemenangan atas Senegal. Les Bleus kini berpeluang memastikan tempat di fase gugur jika mampu mengalahkan Irak.

Saliba menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menjadikan kondisi fisik sebagai alasan. Ia memilih bertahan dan memberikan kemampuan terbaik karena kesempatan tampil di Piala Dunia hanya datang setiap empat tahun.


Saliba Tetap Bertahan Meski Tidak Dalam Kondisi Terbaik

Dari kiri ke kanan: Aurelien Tchouameni, William Saliba, Michael Olise, Desire Doue, dan Bradley Barcola sedang beristirahat dalam sesi altihan di Bentley University, Waltham, tidak jauh dari Boston, Jumat (12/6/2026). (FRANCK FIFE / AFP)

Saliba menjelaskan bahwa masalah kecil pada tubuhnya sudah dirasakan selama beberapa bulan terakhir. Ia tetap bermain karena harus menjalani jadwal padat bersama Arsenal di Premier League dan Liga Champions.

Bek tengah Prancis itu menyebut staf pelatih telah membantu mengelola kondisinya dengan baik selama turnamen berlangsung. Meski belum sepenuhnya pulih, ia masih mampu menunjukkan performa kuat pada pertandingan pertama.

"Saya mengalami beberapa gangguan kecil selama beberapa bulan. Saya mengertakkan gigi karena ada Liga Champions dan Premier League, tetapi staf pelatih menangani semuanya dengan sangat baik," ujar Saliba.

"Anda harus mengertakkan gigi karena Piala Dunia hanya datang sekali setiap empat tahun," lanjutnya.


Saliba Tidak Ingin Jadikan Cedera Sebagai Alasan

William Saliba. Bek tengah Prancis berusia 21 tahun ini kini memasuki musim ke-4 berseragam Arsenal sejak didatangkan dari Saint-Etienne pada awal musim 2019/2020. Ia didatangkan Unai Emery yang saat itu tengah menjalani musim keduanya bersama Arsenal dengan nilai transfer 30 juta euro atau kini setara Rp470 miliar. (AFP/Glyn Kirk)

Saliba sadar bahwa banyak pemain lain juga tidak berada dalam kondisi terbaik saat menjalani turnamen besar. Karena itu, ia memilih fokus membantu Prancis tanpa mencari pembenaran atas situasi yang dialami.

Pemain Arsenal tersebut menjalani latihan dengan program khusus sejak bergabung bersama skuad Prancis. Namun, ia tetap dipercaya tampil dalam pertandingan pembuka Grup I.

"Saya tidak berada di kondisi 100 persen, tetapi banyak pemain lain juga tidak berada di kondisi 100 persen. Anda tidak bisa membuat alasan," kata Saliba.

Sumber: Flashscore


Persaingan Sengit di Piala Dunia 2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya