Pengakuan Miris Ibu di Makassar Tega Buang Bayinya

Pelaku sudah ditangkap.

oleh FauzanDiterbitkan 20 Juni 2026, 16:28 WIB
Ibu Buang Bayi di Makassar Ditangkap (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi berhasil mengungkap kasus penemuan bayi laki-laki penderita kelainan medis yang ditinggalkan di dalam kardus di kawasan Perumahan Griya Prima Tonasa, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Jumat (19/6/2026) pagi. Ibu kandung bayi berinisial HS (45)  ditangkap saat hendak melarikan diri ke kampung halamannya di Kabupaten Bone.

Kapolsek Biringkanaya AKP Setiawan A. Malik mengatakan pelaku diamankan Tim Resmob Polsek Biringkanaya pada Jumat (19/6/2026) malam di kawasan Sudiang, Makassar.

"Anggota Resmob Polsek Biringkanaya sudah mengamankan pelaku ataupun ibu dari bayi yang ditemukan tadi pagi (Jumat). Alhamdulillah satu kali dua puluh empat jam kita bisa selesaikan," kata Malik kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Polisi memperoleh informasi bahwa HS berencana meninggalkan Makassar dan pulang ke kampung halamannya di Kabupaten Bone menggunakan kendaraan travel lintas daerah. Tim kemudian bergerak cepat dan berhasil mengamankan pelaku sebelum meninggalkan kota.

"Posisinya dari pelaku tersebut ingin pulang ke Bone memakai mobil lintas. Kemudian kita mendapatkan informasi dan tim Resmob Polsek Biringkanaya langsung mengamankan pelaku di daerah Sudiang," ujarnya.

 

Hubungan di Luar Pernikahan

Bayi dibuang di Makassar (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi mengungkap alasan di balik tindakan HS meninggalkan bayi laki-lakinya tersebut. Berdasarkan pengakuannya, bayi itu merupakan hasil hubungan di luar pernikahan yang tidak dikehendaki oleh ayah biologisnya. Apalagi bayi tersebut mengalami kelainan medis berupa Down Syndrome.

"Alasan dari pelaku tersebut adalah diperintah oleh suami sirinya. Jadi bayi ini adalah hasil dari hubungan gelap, kemudian dari laki-lakinya tidak menghendaki kemudian disuruh buang saja," ungkapnya .

Meski demikian, polisi masih mendalami keterangan pelaku dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Penanganan perkara selanjutnya akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar.

"Untuk kasus selanjutnya nanti akan dilanjutkan oleh Unit PPA Polrestabes," jelas dia.

Sementara itu, bayi laki-laki yang ditemukan dalam kardus tersebut masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daya Makassar. Bayi itu ditemukan dalam kondisi memprihatinkan dengan luka pada bagian perut yang diduga merupakan bekas tindakan operasi medis.

Pihak kepolisian menyebut bayi tersebut kini telah mendapatkan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Makassar. Tim medis juga tengah mempersiapkan tindakan operasi lanjutan guna menangani kondisi kesehatannya.

"Kalau untuk bayi sendiri sekarang berada di Rumah Sakit Daya, sudah ditangani oleh UPTD PPA Kota. Kemungkinan informasi akan dilaksanakan operasi secepatnya," bebernya.

 

Kronologi Bayi Dibuang

Bayi dibuang di Makassar (Foto: Fauzan/Liputan6.com)

Sebelumnya, warga Perumahan Griya Tonasa, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya pada Jumat (19/6/2026) pagi. Kejadian ini pun viral di media sosial.

Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi masih hidup di area samping rumah warga sekitar pukul 06.00 Wita. Belakangan, hasil pemeriksaan medis mengungkap bayi itu mengalami kelainan bawaan berupa tidak memiliki anus dan harus menjalani tindakan operasi.

"Kasihan ini bayi Down Syndrom," kata seorang perempuan dalam video yang beredar.

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Setiawan A. Malik, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut. Menurutnya, personel Polsek Biringkanaya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

"Betul, personel piket fungsi yang dipimpin KA SPKT langsung mendatangi TKP begitu menerima informasi dari warga. Saat ditemukan, bayi laki-laki tersebut masih dalam keadaan hidup," ujar Malik, Jumat (19/6/2026).

Penemuan bayi itu bermula ketika seorang warga bernama H. Syarifuddin (60) sedang berjalan pagi di depan rumahnya. Ia mendengar suara tangisan bayi dari arah samping rumah dan kemudian mengajak tetangganya, H. Daud (60), untuk mencari sumber suara tersebut.

Keduanya kemudian menemukan seorang bayi laki-laki yang tergeletak di lokasi. Temuan itu segera dilaporkan kepada ketua RW setempat hingga mengundang perhatian warga yang berdatangan ke lokasi.

Bayi tersebut kemudian dievakuasi ke pos satpam perumahan sebelum petugas kepolisian tiba dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Sekitar pukul 07.00 WITA, petugas membawa bayi tersebut ke RSUD Daya Makassar. Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka-luka akibat kekerasan pada tubuh bayi.

Namun, tim medis menemukan bayi tersebut mengalami kelainan bawaan berupa tidak memiliki anus sehingga harus segera mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Kalau kondisi fisiknya, luka-luka luar itu tidak ada. Tapi setelah diperiksa secara medis, bayi ini mengalami kelainan bawaan yaitu tidak memiliki anus," ungkap Malik.

Saat ini bayi tersebut masih mendapatkan perawatan medis dan pendampingan dari pihak terkait, termasuk Dinas Sosial dan Shelter Warga Kelurahan Pai.

"Saat ini kami sedang mendampingi bersama pihak UPTD di rumah sakit karena bayi tersebut harus segera dioperasi," tambahnya.

Saat ini polisi masih menyelidiki identitas orang tua bayi sekaligus motif di balik pembuangan tersebut. Salah satu dugaan yang muncul adalah bayi sengaja ditinggalkan karena mengalami kelainan bawaan. Namun hingga kini, dugaan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Kompol Malik menegaskan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

"Kami belum mengetahui siapa orang tuanya, makanya anggota masih melakukan penyelidikan di lapangan. Kami juga sedang mengecek dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk melacak keberadaan pelaku," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya