Norwegia Larang Siswa SD Pakai AI

Apa alasan Norwegia melarang penggunaan AI pada siswa sekolah?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 21 Juni 2026, 19:10 WIB
Bendera Norwegia. (Pixabay)

Liputan6.com, Oslo - Pemerintah Norwegia akan memberlakukan larangan hampir menyeluruh terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif bagi siswa sekolah dasar. Kebijakan tersebut diambil untuk mencegah dampak negatif AI terhadap proses belajar anak dan akan mulai berlaku pada tahun ajaran baru yang dimulai akhir Agustus.

Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre mengatakan penggunaan AI secara dini berisiko membuat anak-anak melewatkan tahapan penting dalam proses belajar, terutama dalam penguasaan kemampuan dasar.

"Hal terpenting di sekolah adalah anak-anak kita belajar membaca, menulis, dan berhitung," kata Støre dalam konferensi pers, dikutip dari SCMP, Minggu (21/6/2026).

Berdasarkan aturan baru, siswa kelas satu hingga kelas tujuh yang berusia 6 hingga 13 tahun pada umumnya tidak diperbolehkan menggunakan AI generatif dalam kegiatan belajar di sekolah.

Sementara itu, siswa sekolah menengah pertama berusia 14 hingga 16 tahun masih dapat menggunakan AI secara terbatas di bawah pengawasan guru.

Adapun siswa sekolah menengah atas berusia 17 hingga 19 tahun justru akan diajarkan cara memanfaatkan AI secara tepat sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari reformasi pendidikan yang tengah dijalankan pemerintah Norwegia menyusul penurunan nilai ujian dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, pemerintah juga melarang penggunaan telepon pintar di sekolah serta mengembalikan kewenangan yang lebih besar kepada guru untuk menegakkan disiplin di ruang kelas.

Selain membatasi penggunaan AI, pemerintah berencana mengajukan rancangan undang-undang untuk meningkatkan penggunaan buku cetak di sekolah.

Langkah tersebut membalik tren digitalisasi yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Norwegia mulai menggunakan komputer di ruang kelas sejak 1990-an, kemudian memperluas penggunaan tablet setelah iPad diperkenalkan pada awal 2010-an, sehingga ketergantungan terhadap buku dan tulisan tangan berkurang.

Di sisi lain, pemerintah Norwegia juga telah mengumumkan rencana melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun menggunakan media sosial. Kebijakan itu mengikuti langkah yang lebih dulu diterapkan Australia dan sejumlah negara lain guna mengurangi penggunaan perangkat digital di kalangan anak dan remaja.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya