Liputan6.com, Jakarta - Kedatangan produk baru sering kali menjadi lonceng kematian bagi lini pendahulunya. Langkah inilah yang baru saja diambil raksasa teknologi Google.
Bersamaan dengan peluncuran speaker pintar teranyarnya belum lama ini, Google resmi menyetop produksi untuk dua perangkat populernya: Nest Mini dan Nest Audio.
Advertisement
Keputusan ini menandai akhir dari era perangkat yang telah setia menemani pengguna selama sekitar lima tahun terakhir, bahkan lebih lama jika menghitung Google Home Mini yang dirilis pertama kali pada 2017.
Mengutip laman Engadget, Sabtu (20/6/2026), langkah Google dinilai sangat logis oleh banyak pengamat.
Sebab, perusahaan saat ini tengah gencar menjalankan strategi besar-besaran untuk mengintegrasikan chatbot kecerdasan buatan mereka, Gemini AI, ke dalam setiap ekosistem produknya.
Memprioritaskan perangkat generasi terbaru yang lebih bertenaga menjadi pilihan mutlak demi menyokong teknologi AI tersebut.
Nasib Pengguna Lama
Bagi kamu yang sudah telanjur memiliki Nest Mini atau Nest Audio di rumah, tidak perlu panik.
Google memastikan bahwa perangkat yang sudah beredar di pasar tetap dapat berfungsi normal dan tidak akan mendadak menjadi "pajangan mati".
"Perangkat Nest Mini dan Nest Audio yang ada saat ini akan terus didukung sepenuhnya dengan pembaruan perangkat lunak secara berkala, tambalan keamanan, serta layanan pelanggan," ujar perwakilan Google.
Perbandingan Harga yang Cukup Jauh
Meski membawa teknologi lebih mutakhir, kehadiran speaker pintar baru Google ini menuntut kocek yang lebih dalam bagi calon konsumen, terutama bagi mereka yang terbiasa dengan lini produk murah dari Google.
Speaker pintar Google Home generasi terbaru dibanderol USD 100 (Rp 1,6 jutaan). Harga ini memang setara dengan Nest Audio yang digantikannya.
Namun, angka tersebut melonjak signifikan jika dibandingkan dengan Nest Mini yang dahulu dijual seharga USD 50 (Rp 800 ribuan), bahkan perangkat lawas tersebut kerap dibanderol dengan harga diskon yang jauh lebih murah.