Liputan6.com, Jakarta - Honda mengambil langkah strategis, dalam pengembangan elektrifikasi dengan menggandeng produsen baterai asal Amerika Serikat, QuantumScape. Kolaborasi ini, akan berfokus kepada baterai solid-state yang digadang-gadang menjadi solusi masa depan untuk kendaraan listrik.
Baterai solid-state sendiri, memang menawarkan jarak tempuh yang lebih jauh, pengisian daya lebih cepat, serta tingkat keamanan yang lebih baik dibanding baterai lithium-ion konvensional.
Advertisement
Disitat dari ArenaEV, kesepakatan dua perusahaan beda negara ini, mencakup program penelitian jangka panjang yang bertujuan mempercepat pengembangan platform baterai milik QuantumScape sekaligus menyempurnakan proses produksinya.
Kerja sama ini lahir setelah Honda menyelesaikan evaluasi teknologi secara mendalam, terhadap solusi yang dikembangkan QuantumScape, termasuk pengujian teknis dan perbandingan dengan teknologi sejenis di industri.
Baterai solid-state sendiri menggunakan elektrolit padat, sebagai pengganti cairan yang selama ini dipakai pada baterai lithium-ion.
Teknologi tersebut diyakini mampu meningkatkan kepadatan energi, mempercepat waktu pengisian ulang, meningkatkan keselamatan, dan berpotensi menekan biaya produksi kendaraan listrik di masa depan.
Meski menjanjikan, teknologi ini masih berada dalam tahap pengembangan sebelum siap digunakan secara luas pada kendaraan produksi massal.
Chief Operating Officer Research Center of Excellence Honda R&D, Atsushi Ogawa, mengungkapkan hasil evaluasi perusahaan terhadap teknologi QuantumScape menunjukkan prospek yang menjanjikan.
"Teknologi QS menunjukkan keunggulan yang menarik dan unik selama evaluasi kami. Kami melihat potensi teknologi QS untuk memberikan nilai tambah pada berbagai aplikasi, termasuk otomotif, dan kami antusias melangkah ke fase berikutnya dari kemitraan ini," ujarnya.
Usaha Honda Transisi ke Kendaraan Listrik
Bagi Honda, kerja sama ini melengkapi upaya internal yang sudah lebih dulu dilakukan untuk mengembangkan baterai solid-state.
Pabrikan Jepang tersebut sebelumnya menegaskan tengah menyiapkan teknologi baterai generasi baru dengan orientasi produksi massal agar dapat menghadirkan mobil listrik berperforma tinggi dengan harga yang lebih terjangkau.
Honda bahkan menargetkan penggunaan baterai solid-state mampu menggandakan jarak tempuh mobil listriknya pada akhir dekade ini.
Selain itu, perusahaan juga berupaya memangkas ukuran baterai hingga 50 persen, mengurangi bobot sekitar 35 persen, serta menekan biaya produksi hingga 25 persen dibanding teknologi saat ini.