Usia Pernikahan Baru 9 Hari, Pasangan China Pilih Cerai

Apa pemicu perceraian padahal baru sembilan hari nikah?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 21 Juni 2026, 18:35 WIB
Ilustrasi menikah (dok. Pixabay.com/Pexels)

Liputan6.com, Beijing - Seorang pria di China mengajukan gugatan cerai hanya sembilan hari setelah menikah dengan perempuan yang dikenalnya melalui biro perjodohan. Pria tersebut juga menggugat biro perjodohan karena merasa dirugikan setelah menghabiskan sekitar 265.000 yuan untuk proses pernikahan.

Dilansir NDTV, Minggu (21/6/2026), pria bermarga Gu (32), warga Provinsi Zhejiang, awalnya mendaftar ke sebuah biro perjodohan dengan biaya 200 yuan. Melalui layanan tersebut, ia dipertemukan dengan seorang perempuan berusia 30 tahun asal Provinsi Shaanxi.

Biro perjodohan mengklaim calon pengantin perempuan tidak memiliki utang, catatan kriminal, maupun penyakit serius. Selain itu, ia disebut bersedia menjalani "pernikahan kilat".

Gu hanya sempat berbincang melalui panggilan video selama lima menit dengan calon istrinya. Dalam percakapan itu, ia menanyakan pekerjaan dan latar belakang keluarga perempuan tersebut.

Namun, sebagian besar pertanyaannya justru dijawab oleh mak comblang yang meyakinkannya bahwa laporan kesehatan dan riwayat kredit calon pengantin akan diserahkan sebelum pernikahan.

Meski belum pernah bertemu secara langsung, Gu dan keluarganya memutuskan melanjutkan proses pernikahan.

Mereka mengeluarkan total 265.000 yuan, yang mencakup mahar sebesar 100.000 yuan serta biaya jasa biro perjodohan sebesar 160.000 yuan. Tiga hari setelah panggilan video tersebut, keduanya resmi menikah.

Masalah muncul tak lama setelah pernikahan berlangsung. Saat memeriksa riwayat kredit istrinya di bank, Gu mengetahui perempuan tersebut memiliki utang sebesar 100.000 yuan. Sang istri mengaku utang itu berasal dari hubungan dengan mantan kekasihnya.

Gu juga menemukan nama yang digunakan istrinya pada akun pembayaran digital berbeda dengan identitas yang sebelumnya diberikan oleh biro perjodohan.

Selain itu, istrinya mengaku memiliki kadar enzim hati yang tinggi dan sedang menjalani program penurunan berat badan, meski menegaskan kondisi tersebut tidak memengaruhi kesuburannya.

Merasa informasi penting mengenai istrinya tidak diungkapkan sebelum menikah, Gu mengajukan gugatan cerai sembilan hari setelah pernikahan.

Awalnya, sang istri menyetujui perceraian tersebut. Namun kemudian ia mengubah sikap dan menggugat balik Gu dengan alasan permintaan cerai membuatnya mengalami depresi. Ia menuntut kompensasi sebesar 50.000 yuan.

Di sisi lain, Gu juga menggugat biro perjodohan agar mengembalikan seluruh biaya yang telah dibayarkannya. Namun, pihak biro menolak tuntutan itu dan menuduh pasangan tersebut sengaja merekayasa perselisihan yang terjadi.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya