Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Menurut pengacara, GERD Dokter Tifa kambuh. Sementara diagnosis Roy Suryo enggan diungkap.

oleh Lia HarahapDiterbitkan 20 Juni 2026, 00:48 WIB
Roy Suryo digiring ke ambulans untuk menjalani pemeriksaan usai ditahan (Dok: Antara)

Liputan6.com, Jakarta - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, dirawat inap RS Polri Kramat Jati setelah pemeriksaan kesehatan, Jumat (19/6/2026). Keduanya ditangkap terkait dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

"Baik Dokter Tifa maupun Mas Roy Suryo, atas rekomendasi dokter, bukan atas permintaan sendiri, dilakukan tindakan rawat inap," kata kuasa hukum keduanya, Refly Harun, dikutip dari Antara, Sabtu (20/6/2026).

 

Diagonsis Penyakit Roy dan Tifa

Kondisi Roy dan Tifa secara umum baik. Namun hasil pemeriksaan menemukan penyakit bawaan yang memerlukan pemantauan serta penanganan medis lanjutan.  Sehingga keduanya belum memungkinkan untuk langsung kembali menjalani aktivitas tanpa pengawasan medis. 

"Kalau dua orang ini sebenarnya kondisinya baik. Tetapi mereka memiliki penyakit bawaan yang ditemukan dalam proses pemeriksaan. Dokter Tifa memiliki penyakit bawaan. Salah satunya GERD yang kambuh karena tidak makan sejak pagi dan menghadapi tingkat stres yang tinggi," kata Refly Harun.

Dokter Tifa juga diaggap kelelahan karena menjalani berbagai persiapan terkait seminar hasil disertasinya yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Menurut dia, rangkaian aktivitas tersebut menguras kondisi fisik dan mental Dokter Tifa sehingga menambah tekanan yang dihadapinya. Dokter Tifa  sempat menggunakan kursi roda setelah menjalani pemeriksaan di IGD RS Polri.

"Alhamdulillah ujian tetap terlaksana melalui Zoom, tetapi dalam kondisi penuh tekanan dan tidak nyaman," ujar Refly.

Roy juga semula tidak berencana menjalani rawat inap. Namun setelah berdiskusi dengan keluarga dan tim kuasa hukum, ia menerima rekomendasi dokter.

Refly menolak menjelaskan diagnosis penyakit Roy secara rinci. Ia hanya menyebut penyakit tersebut tergolong umum dan dialami sebagian besar masyarakat Indonesia.

"Tidak mungkin kita bicara sakit orang. Penyakit Mas Roy tidak spesifik, cukup umum. Sekitar 30 persen masyarakat Indonesia mengidapnya," ujar Refly.

 

Durasi Rawat Inap Keputusan Dokter

Durasi perawatan belum dapat dipastikan dan sepenuhnya bergantung pada perkembangan kondisi kesehatan serta keputusan tim dokter.

"Kalau berapa lamanya dirawat kita tidak tahu. Itu tergantung perkembangan kondisi dan keputusan dokter," kata Refly.

Hingga Jumat malam, Roy dan Dokter Tifa masih menjalani perawatan di RS Polri sambil menunggu perkembangan kondisi kesehatan mereka.

Keduanya tiba di RS Polri Kramat Jati sekitar pukul 17.55 WIB dengan pengawalan ketat dari Polda Metro Jaya dan langsung menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat.

Roy mengenakan kaus biru-putih dan celana pendek abu-abu gelap. Saat turun dari mobil tahanan, ia mengepalkan tangan sambil mengucapkan, "Siap."

Tak lama kemudian, Dokter Tifa turun dari kendaraan tahanan dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.

Sebelumnya, beredar informasi dari Tim Advokasi Anti Kriminaliasi Akademisi & Aktivis (TA-AKAA) yang menyebutkan pada Jumat, 19 Juni 2026, sekira pukul 07.00 WIB, Roy Suryo Notodiprojo dikabarkan oleh istrinya telah ditangkap oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Tim Pembela dokter Tifa (TPDT) menjelaskan dokter Tifa telah ditangkap oleh aparat kepolisian di apartemennya pada Jumat pagi sekitar pukul 06.47 WIB.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya