Jelang pergantian tahun ke 2014, aparat gabungan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri dan Polda Metro Jaya menggerebek persembunyian kelompok terduga teroris di Ciputat, Tangerang Selatan. Aksi itu ternyata mencuri perhatian media asing seperti Singapura dan Amerika Serikat.
Media dari Negeri Singa itu memberikan judul aksi penggerebekan itu Six terror suspects gunned down in Indonesia New Year Eve crossfire. Sementara media negara pimpinan Presiden Barack Obama itu menuliskannya dengan Indonesia anti-terror squad kills 6 militants amid New Year's Eve celebrations.
Dikutip Liputan6.com dari Straits Times, Rabu (1/1/2014), disebutkan penggerebekan itu melumpuhkan 6 orang terduga teroris. Dengan hasil sitaan berupa uang sekitar Rp 200 juta yang diduga hasil merampok, bahan peledak, beberapa senjata dan amunisi, serta print out sejumlah vihara Buddha di Indonesia yang diduga menjadi target ledakan berikutnya.
Tak jauh berbeda dengan pemberitaan media Singapura itu. Fox News mencoba mengupas lebih rinci peristiwa penggerebekan itu. Media tersebut menyebutkan bahwa terduga teroris yang tewas itu terkait aksi pengeboman di Kedutaan Besar Myanmar dan vihara Buddha di Indonesia beberapa waktu lalu.
"Kelompok teroris ini juga diduga pelaku teror terhadap anggota Polri," demikian tulis Fox News.
Kedua media tersebut mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.
Setelah sekitar 10 jam lamanya mempertahankan diri, perlawanan para terduga teroris di Ciputat akhirnya selesai. Sebanyak 5 orang yang ada di rumah kontrakan di Jalan H Dewantoro Gang H Hasan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, berhasil dilumpuhkan. Kelimanya tewas.
"5 orang sudah berhasil dilumpuhkan, semuanya tewas," tutur Kabareskrim Polri Komjen Pol Suhardi Alius di lokasi penggerebekan.
Dengan tewasnya 5 teroris di dalam rumah itu, jumlah seluruh yang tewas dalam penggerebekan ini menjadi 6 orang. Satu orang, Dayat alias Daeng, sudah lebih dulu tewas tertembus timah panas polisi pada Selasa 31 Desember 2013 malam saat melakukan perlawanan. (Tnt/Yus)
Baca juga:
Satpam Bali Tewas Dililit Ular Python Disorot Dunia
Makin Mendunia Seperti Jokowi, Walikota Surabaya Disebut Pahlawan
`Jokowi, Nelson Mandela Indonesia`
Media dari Negeri Singa itu memberikan judul aksi penggerebekan itu Six terror suspects gunned down in Indonesia New Year Eve crossfire. Sementara media negara pimpinan Presiden Barack Obama itu menuliskannya dengan Indonesia anti-terror squad kills 6 militants amid New Year's Eve celebrations.
Dikutip Liputan6.com dari Straits Times, Rabu (1/1/2014), disebutkan penggerebekan itu melumpuhkan 6 orang terduga teroris. Dengan hasil sitaan berupa uang sekitar Rp 200 juta yang diduga hasil merampok, bahan peledak, beberapa senjata dan amunisi, serta print out sejumlah vihara Buddha di Indonesia yang diduga menjadi target ledakan berikutnya.
Tak jauh berbeda dengan pemberitaan media Singapura itu. Fox News mencoba mengupas lebih rinci peristiwa penggerebekan itu. Media tersebut menyebutkan bahwa terduga teroris yang tewas itu terkait aksi pengeboman di Kedutaan Besar Myanmar dan vihara Buddha di Indonesia beberapa waktu lalu.
"Kelompok teroris ini juga diduga pelaku teror terhadap anggota Polri," demikian tulis Fox News.
Kedua media tersebut mengutip pernyataan yang dikeluarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar.
Setelah sekitar 10 jam lamanya mempertahankan diri, perlawanan para terduga teroris di Ciputat akhirnya selesai. Sebanyak 5 orang yang ada di rumah kontrakan di Jalan H Dewantoro Gang H Hasan, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, berhasil dilumpuhkan. Kelimanya tewas.
"5 orang sudah berhasil dilumpuhkan, semuanya tewas," tutur Kabareskrim Polri Komjen Pol Suhardi Alius di lokasi penggerebekan.
Dengan tewasnya 5 teroris di dalam rumah itu, jumlah seluruh yang tewas dalam penggerebekan ini menjadi 6 orang. Satu orang, Dayat alias Daeng, sudah lebih dulu tewas tertembus timah panas polisi pada Selasa 31 Desember 2013 malam saat melakukan perlawanan. (Tnt/Yus)
Baca juga:
Satpam Bali Tewas Dililit Ular Python Disorot Dunia
Makin Mendunia Seperti Jokowi, Walikota Surabaya Disebut Pahlawan
`Jokowi, Nelson Mandela Indonesia`