Liputan6.com, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengintensifkan preservasi rutin dan preventif pada sejumlah ruas jalan tol yang dikelola perseroan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pada periode libur sekolah.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Purwantono, mengatakan pemeliharaan infrastruktur jalan tol secara konsisten menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan pengguna jalan.
Advertisement
“Melalui program preservasi jalan yang terencana dengan baik, kami memastikan kualitas jalan tol tetap prima, sehingga masyarakat bisa bepergian dengan lebih aman dan nyaman, terutama menjelang periode libur sekolah,” kata Rivan, seperti dilansir Antara, Kamis (18/6).
Ia menyampaikan penurunan kondisi jalan dapat dipengaruhi sejumlah faktor eksternal, seperti tingginya intensitas curah hujan dan beban kendaraan berat over dimension over loading (ODOL).
Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), Jasa Marga melakukan sejumlah pekerjaan preservasi, mulai dari peningkatan kapasitas gerbang tol, pemasangan median concrete barrier (MCB), renovasi gerbang dan plaza tol, hingga pekerjaan scrapping, filling, and overlay (SFO).
Preservasi juga mencakup penambalan dan perawatan permukaan jalan tol untuk menjaga kualitas layanan di ruas-ruas yang dikelola Jasa Marga Group.
Perseroan menargetkan setiap potensi kerusakan jalan ditangani maksimal dua hari sejak teridentifikasi, dengan dukungan kesiapsiagaan petugas operasional selama 24 jam di seluruh ruas tol.
Pada Juni 2026, kegiatan preservasi dilakukan di sejumlah ruas antara lain Jalan Tol Jakarta–Cikampek, Jakarta–Tangerang, Cikampek–Purwakarta–Padalarang, Padalarang–Cileunyi, dan Jakarta Outer Ring Road (JORR).
Akurasi dan Kecepatan Identifikasi
Rivan mengatakan identifikasi kondisi jalan juga didukung teknologi modern melalui kendaraan inspeksi khusus Smart Car Vehicle Hawkeye 2000 yang mampu memindai keretakan lajur secara presisi.
“Akurasi dan kecepatan identifikasi di lapangan juga ditopang oleh implementasi teknologi modern,” ujarnya.
Data hasil pemindaian tersebut diintegrasikan dengan teknologi kecerdasan buatan di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) untuk mempercepat pengambilan keputusan penanganan oleh tim di lapangan.
Seluruh pekerjaan preservasi dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan serta menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Karena itu, mayoritas pekerjaan dijadwalkan pada malam hingga dinihari saat volume kendaraan relatif lebih rendah.