Mojtaba Khamenei Sempat Tolak Kesepakatan Damai AS-Iran

Lantas, apa yang membuat Mojtaba Khamenei setuju damai dengan AS?

oleh Teddy Tri Setio BertyDiterbitkan 19 Juni 2026, 12:02 WIB
Mojtaba Khamenei, putra kedua Ali Khamenei, terpilih sebagai pemimpin tertinggi ketiga Iran. Foto ini disediakan oleh kantor pemimpin tertinggi Iran dan diambil pada Oktober 2024. (Dok. AFP)

Liputan6.com, Teheran - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Mojtaba Khamenei mengungkapkan bahwa dirinya sempat menolak nota kesepahaman (MoU) yang baru ditandatangani antara Teheran dan Washington. Namun, ia akhirnya menyetujui kesepakatan tersebut setelah menerima jaminan dari pemerintah Iran bahwa kepentingan nasional akan tetap dilindungi.

Dalam pernyataan tertulis yang dipublikasikan media pemerintah Iran pada Kamis (18/6/2026) Khamenei mengatakan dirinya memiliki pandangan berbeda terhadap isi perjanjian tersebut.

Meski demikian, ia memberikan persetujuan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian bersama para pejabat senior lainnya berjanji menjaga hak-hak bangsa Iran serta kepentingan yang disebutnya sebagai "front perlawanan", sekaligus mengambil tanggung jawab penuh atas implementasi kesepakatan.

Khamenei juga menegaskan Iran tidak akan menerima tuntutan tambahan dari Amerika Serikat di luar isi nota kesepahaman yang telah disepakati, dikutip dari laman Al Jazeera, Jumat (19/6).

"Jika pihak Amerika ingin bertindak serakah, kepemimpinan Iran tidak akan menerimanya," tegas Khamenei.

Di sisi lain, ia membuka peluang bagi kelanjutan dialog langsung antara Teheran dan Washington. Menurutnya, rencana perundingan tatap muka pada masa mendatang tidak berarti Iran menerima seluruh posisi atau tuntutan Amerika Serikat.

Pernyataan Khamenei disampaikan di tengah ketidakpastian mengenai kehadiran delegasi Iran dalam pertemuan lanjutan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat. Pertemuan tersebut bertujuan membahas implementasi nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengutip sumber yang mengetahui proses tersebut, melaporkan bahwa pemerintah Iran belum mengambil keputusan final terkait pengiriman delegasi ke Swiss. Hingga kini, konsultasi internal masih terus berlangsung.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Federal Swiss menyatakan pembicaraan antara kedua negara diperkirakan tetap berlangsung sesuai jadwal.

Nota kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani secara elektronik oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada pekan ini. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari perjanjian gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri konflik yang pecah setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya