Paul Scholes Sebut Cristiano Ronaldo Jadi Masalah untuk Portugal, Singgung Hattrick Lionel Messi

Paul Scholes mengkritik Cristiano Ronaldo usai Portugal ditahan RD Kongo di Piala Dunia 2026. Ia juga menyinggung hattrick Lionel Messi bersama Argentina.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 19 Juni 2026, 09:12 WIB
CR7 juga gagal mencatatkan gol, assist, maupun kreasi peluang dan dribel sukses. Tiga tembakan yang dilepaskannya nihil hasil, dengan dua tendangan pada menit ke-68 dan ke-73 melenceng ke kanan. (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Paul Scholes menilai Cristiano Ronaldo menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi Portugal setelah hasil imbang 1-1 melawan RD Kongo pada laga pembuka Piala Dunia 2026. Mantan gelandang Manchester United itu juga menyoroti pengaruh Lionel Messi terhadap psikologis sang megabintang.

Portugal gagal meraih kemenangan saat menghadapi RD Kongo di Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB. Sempat unggul melalui Joao Neves, tim asuhan Roberto Martinez harus puas berbagi angka setelah Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang.

Penampilan Ronaldo dalam laga tersebut menjadi sorotan. Penyerang berusia 41 tahun itu tidak mampu membawa Portugal mencetak gol kemenangan meski bermain penuh selama 90 menit.

Komentar Scholes muncul di tengah perdebatan mengenai peran Ronaldo di timnas Portugal. Menurutnya, usia dan tuntutan permainan modern membuat situasi menjadi semakin rumit bagi sang pelatih.


Paul Scholes Sebut Ronaldo Jadi Masalah bagi Portugal

Dalam duel yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Kamis (18-6-2026) dini hari WIB, Portugal hanya bisa berbagi poin dengan Kongo setelah laga berakhir 1-1. (AP Photo/Ashley Landis)

Hasil imbang melawan RD Kongo membuat posisi Ronaldo kembali menjadi bahan perbincangan. Scholes menilai Roberto Martinez menghadapi dilema besar dalam menentukan peran sang kapten.

Mantan gelandang Timnas Inggris itu mengaku pernah menanyakan langsung situasi Ronaldo kepada Martinez. Menurutnya, keberadaan Ronaldo saat ini sedikit banyak menjadi tantangan bagi Portugal.

"Saya pikir ini sulit bagi pelatih. Saya pernah berbincang dengan Roberto Martinez di luar siaran dan bertanya kepadanya, 'Apakah dia menjadi masalah bagi Anda?' karena saya merasa dia memang sedikit menjadi masalah," ujar Scholes di podcast The Good, The Bad & The Football.

"Di usia 41 tahun, menurut saya hanya ada satu posisi yang masih layak menjadi starter, yaitu penjaga gawang. Bagi saya, tidak ada posisi lain," tegas Scholes.


Hattrick Lionel Messi Diyakini Mengganggu Pikiran Ronaldo

Meski bermain penuh selama 90 menit, pemain berusia 41 tahun tersebut gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target). (Lars Baron/Getty Images/AFP)

Scholes juga menilai Ronaldo kemungkinan merasa frustrasi melihat pencapaian para rivalnya di awal turnamen. Lionel Messi dan Kylian Mbappe langsung tampil gemilang pada pertandingan pertama mereka.

Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair, sedangkan Mbappe memborong dua gol untuk timnya. Situasi itu dinilai bisa menambah tekanan bagi Ronaldo yang gagal bersinar.

"Cristiano pasti sangat kesal karena Lionel Messi mencetak hattrick dan Kylian Mbappe mencetak dua gol. Hal itu pasti mengganggunya," kata Scholes.

Lanjut Baca:

"Saya merasa kasihan kepada Martinez karena dia berusaha menerima situasi ini dan berkata bahwa dia memiliki pencetak gol terbaik di dunia. Namun jauh di dalam hati, dia pasti tahu bahwa kondisi ini merugikan timnya," lanjut Scholes.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya