Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 30.000

Harga emas Antam hari ini, Kamis 18 Juni 2026, turun Rp 30.000 menjadi Rp 2.703.000 per gram. Harga buyback juga merosot Rp 39.000.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 18 Juni 2026, 09:20 WIB
Harga emas Antam kembali melemah pada perdagangan hari ini. Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Kamis (18/6/2026), anjlok cukup dalam. Harga emas Antam hari ini turun Rp 30.000 per gram.

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas Antam hari ini dipatok Rp 2.703.000 per gram. Sementara itu, pada perdagangan kemarin harga emas Antam dibanderol Rp 2.733.000 per gram.

Harga buyback emas Antam turun lebih dalam, yakni sebesar Rp 39.000. Harga buyback emas Antam hari ini dipatok Rp 2.475.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas menjual kembali emasnya kepada Antam. Dengan demikian, Antam akan membeli emas tersebut seharga Rp 2.475.000 per gram.

Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni sebesar Rp 3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback saat itu berada di level Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.401.500
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.703.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.346.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 7.994.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.290.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 26.525.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 66.187.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 132.295.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 264.512.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 661.015.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.321.820.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.643.600.000.

Harga Emas Dunia Turun Usai The Fed Tahan Suku Bunga

Ilustrasi harga emas dunia. Harga emas spot tercatat turun 1,03% menjadi US$ 4.285,52 per ons. (Foto By AI)

Harga emas dunia merosot pada perdagangan Rabu (17/6/2026) setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan. Keputusan tersebut merupakan kebijakan moneter pertama yang diambil di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Mengutip CNBC, Kamis (18/6/2026), harga emas spot tercatat turun 1,03% menjadi US$ 4.285,52 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 0,84% ke level US$ 4.317,8 per ons.

Pelaku pasar mencerna hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang memutuskan mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5%-3,75%.

"Dalam mendukung mandat ganda Federal Reserve, Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal funds rate pada 3,5 persen hingga 3,75 persen," tulis FOMC dalam pernyataannya.

Selain mempertahankan suku bunga, The Fed juga menegaskan bahwa tekanan inflasi masih berada di atas target bank sentral.

"Inflasi tetap tinggi dibandingkan target 2 persen Komite, sebagian mencerminkan guncangan pasokan yang telah mendorong kenaikan harga di sejumlah sektor, termasuk energi. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," lanjut pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed belum terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya. Bahkan, sejumlah investor mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak segera kembali menuju target 2%.

Kondisi itu membuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset) berkurang, sehingga memicu aksi jual yang menekan harga logam mulia tersebut. 

Proyeksi Suku Bunga Berubah

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh berbicara di Ruang Timur Gedung Putih, Jumat, 22 Mei 2026, di Washington. (AP Photo/Alex Brandon)

Dalam proyeksi terbaru, pejabat The Fed menghapus perkiraan sebelumnya yang menunjukkan kemungkinan pemangkasan suku bunga pada tahun ini. Sebaliknya, mayoritas anggota kini melihat peluang kenaikan suku bunga masih terbuka.

Namun, terdapat satu hal yang tidak biasa. Dari total 19 anggota yang berhak memberikan proyeksi, hanya 18 yang mengirimkan pandangannya. Sosok yang absen adalah Ketua The Fed sendiri, Kevin Warsh.

Warsh memang dikenal sebagai pengkritik dot plot dan berbagai bentuk panduan kebijakan (forward guidance) yang selama ini digunakan bank sentral.

"Saya tidak mengirimkan dot untuk diri saya sendiri," kata Warsh dalam konferensi pers setelah keputusan diumumkan.

Warsh juga mengungkapkan bahwa dirinya sedang membentuk sejumlah gugus tugas untuk melakukan pembaruan terhadap berbagai aspek operasional utama The Fed.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya