Membongkar Performa Buruk Kroasia pada Babak Kedua saat Kalah 2-4 Lawan Inggris

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengakui timnya tampil buruk pada babak kedua saat kalah 2-4 dari Inggris di laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 18 Juni 2026, 08:37 WIB
Para pemain Kroasia dan Inggris berjabat tangan sebelum pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas di Arlington pada 18 Juni 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kroasia harus mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil yang mengecewakan. Vatreni takluk dengan skor 2-4 dari Inggris pada matchday pertama Grup L yang digelar di AT&T Stadium, Arlington, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB.

Padahal, Kroasia mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang babak pertama. Dua kali tertinggal, mereka berhasil menyamakan kedudukan dan menutup paruh pertama pertandingan dengan skor 2-2.

Namun, situasi berubah drastis setelah jeda. Inggris tampil jauh lebih agresif dan efektif hingga akhirnya mencetak dua gol tambahan melalui Jude Bellingham dan Marcus Rashford.

Kekalahan ini membuat Kroasia kehilangan poin penting pada laga pembuka. Pelatih Zlatko Dalic pun tidak menutupi kekecewaannya terhadap performa tim, terutama pada babak kedua yang dinilainya jauh di bawah harapan.


Babak Kedua Jadi Titik Jatuh Kroasia

Petar Musa #26 dari Timnas Kroasia mencetak gol kedua timnya selama pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Kroasia di Stadion Dallas pada 18 Juni 2026 di Arlington, Texas. (Katelyn Mulcahy/Getty Images via AFP)

Dalic menilai timnya sebenarnya masih mampu bersaing dengan Inggris sepanjang babak pertama. Meski kebobolan dua gol, Kroasia masih bisa merespons dan menjaga peluang untuk meraih hasil positif.

Petar Musa dan Martin Baturina berhasil membuat Kroasia tetap berada dalam pertandingan. Akan tetapi, momentum yang dibangun sebelum jeda gagal dipertahankan ketika babak kedua dimulai.

Menurut Dalic, Kroasia kehilangan banyak aspek mendasar dalam permainan setelah turun minum. Kondisi tersebut membuat Inggris lebih leluasa mengendalikan jalannya pertandingan.

"Kami bermain sangat buruk di babak kedua. Di babak pertama, kami kebobolan dua gol dari dua bola mati, yang pertama setelah penalti," ucap Zlatko Dalic dikutip dari HRT.


Kesalahan Antisipasi Jadi Masalah Utama

Pemain Kroasia Josko Gvardiol (kanan) berebut bola dengan pemain Inggris Noni Madueke (kiri) saat laga Grup L Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Kroasia di Arlington, Texas, dekat Dallas, Rabu, 17 Juni 2026. (AP Photo/Jessica Tobias)

Gol ketiga Inggris yang dicetak Jude Bellingham pada awal babak kedua dianggap menjadi titik krusial pertandingan. Kroasia kesulitan merespons tekanan lawan setelah kembali tertinggal.

Dalic menilai sejumlah kesalahan teknis dan organisasi permainan membuat timnya kehilangan keseimbangan. Inggris mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk terus menekan hingga laga berakhir.

"Kami tidak melakukan beberapa hal dengan baik. Kami kebobolan gol ketiga setelah umpan panjang dan melihat betapa sulitnya untuk bangkit kembali," ucap Zlatko Dalic.

Selain itu, pelatih berusia 59 tahun tersebut menyoroti buruknya koordinasi lini belakang dalam mengantisipasi bola-bola langsung. Menurutnya, aspek tersebut menjadi salah satu penyebab utama Kroasia gagal membendung agresivitas Inggris.

"Kami bereaksi buruk terhadap umpan jauh dan melakukan rotasi dengan buruk," tutup Zlatko Dalic.

Sumber: FIFA

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya