Alasan Yum Brands Jual Pizza Hut

Yum Brands menjual Pizza Hut dengan nilai sekitar US$ 2,7 miliar.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 17 Juni 2026, 18:00 WIB
Yum Brands menegaskan penjualan Pizza Hut senilai sekitar US$ 2,7 miliar.

Liputan6.com, Jakarta - Yum Brands menegaskan penjualan Pizza Hut senilai sekitar US$ 2,7 miliar merupakan bagian dari strategi untuk memusatkan investasi dan sumber daya pada dua merek andalannya, KFC dan Taco Bell.

CEO Yum Brands Chris Turner mengatakan pelepasan Pizza Hut akan memberi ruang bagi perusahaan untuk mempercepat ekspansi kedua jaringan restoran tersebut, sekaligus membuka peluang bagi Pizza Hut berkembang di bawah pemilik baru.

“Pizza Hut akan berada pada posisi yang lebih baik untuk tumbuh, sementara kami bisa lebih fokus pada peluang terbesar yang ada di Taco Bell dan KFC,” kata Turner dilansir dari CNBC, Rabu (17/6/2026).

Sebelumnya, Yum Brands mengumumkan penjualan mayoritas bisnis Pizza Hut kepada LongRange Capital senilai sekitar US$ 1,5 miliar. Di saat yang sama, Yum China akan mengambil alih bisnis Pizza Hut di China daratan dengan nilai sekitar US$ 1,2 miliar.

“Tentu saja, dua yang terbesar adalah Taco Bell dan KFC. Keduanya masih memiliki ruang ekspansi yang sangat besar,” ujarnya.

Menurut Turner, langkah tersebut akan membantu Yum meningkatkan efisiensi operasional, profitabilitas restoran, serta pengembangan teknologi yang menopang pertumbuhan bisnis.

 

Kinerja perusahaan

Yum Brands menegaskan penjualan Pizza Hut senilai sekitar US$ 2,7 miliar. (dok. Pizza Hut)

Ia menilai Taco Bell saat ini menjadi pendorong utama kinerja perusahaan. Dalam dua tahun terakhir, jaringan restoran cepat saji itu mencatat pertumbuhan penjualan gerai sejenis sebesar 18%, melampaui rata-rata industri restoran.

“Jika kami dapat melakukannya dengan fokus yang lebih besar pada merek-merek tersebut, kami akan mempercepat pertumbuhan secara signifikan,” harapnya.

Selain itu, Taco Bell masih memiliki ruang ekspansi yang luas di pasar global. Saat ini merek tersebut mengoperasikan sekitar 1.200 gerai di luar Amerika Serikat, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.

Sementara itu, Turner menyebut KFC sebagai merek global yang sangat kuat dengan sekitar 34.000 restoran di seluruh dunia. Menurutnya, jaringan ayam goreng tersebut masih memiliki potensi pertumbuhan besar, terutama di pasar internasional.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya