Iran vs Selandia Baru: Kesampingkan Politik, Ini Sepak Bola!

Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley enggan laga kontra Iran ini dinodai dengan obrolan soal politik.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 15 Juni 2026, 22:04 WIB
Para pemain Iran berkumpul dalam lingkaran saat sesi latihan untuk pertandingan Grup G turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru di Tijuana, Meksiko pada 13 Juni 2026. (Guillermo Arias/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih timnas Selandia Baru, Darren Bazeley, menegaskan bahwa timnya hanya fokus pada sepak bola menjelang laga pembuka Grup G Piala Dunia 2026 melawan Iran, Selasa (17/6). Ia menepis anggapan bahwa para pemainnya terpengaruh oleh perhatian besar yang muncul akibat situasi politik yang melatarbelakangi pertandingan tersebut.

Pertandingan yang akan digelar di Los Angeles itu menjadi sorotan karena berlangsung setelah berbulan-bulan konflik yang melibatkan Iran. Selain itu, sehari sebelum laga, Washington dan Teheran juga mengumumkan kerangka kesepakatan untuk mengakhiri perang yang terjadi di antara kedua pihak.

Meski demikian, Bazeley menegaskan bahwa timnya tidak melakukan persiapan yang berbeda dibandingkan pertandingan internasional lainnya.

"Sejujurnya, kami memperlakukan ini sebagai pertandingan yang normal," ujar Bazeley dalam konferensi pers beberapa waktu yang lalu.

"Kami selalu melakukan persiapan yang sama untuk setiap pertandingan internasional yang kami jalani, dan tidak ada hal khusus yang kami lakukan untuk laga ini. Bagi kami, ini adalah pertandingan besar karena ini Piala Dunia dan kami ingin tampil sebaik mungkin di turnamen ini," lanjutnya.


Kembali ke Piala Dunia Setelah 16 Tahun

Para pemain Selandia Baru berlari selama latihan dan konferensi pers Selandia Baru sehari sebelum pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 antara Iran dan Selandia Baru di Stadion Torero pada 12 Juni 2026 di San Diego, California. (Orlando Ramirez/Getty Images via AFP)

Pertandingan melawan Iran juga memiliki makna khusus bagi Selandia Baru. Laga tersebut menandai kembalinya mereka ke putaran final Piala Dunia setelah absen selama 16 tahun.

Bazeley mengungkapkan bahwa skuadnya telah menantikan momen tersebut dalam waktu yang sangat lama dan kini siap menikmati kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

"Kami sudah menunggu sangat lama untuk berada di sini. Kami sangat antusias untuk segera memulai perjalanan ini," katanya.


Persaingan yang Sangat Ketat

Orang-orang berkumpul untuk menghadiri upacara perpisahan Timnas Iran menjelang keberangkatan mereka ke Piala Dunia 2026, di Teheran pada 13 Mei 2026. Presiden Federasi Sepak Bola Iran mengatakan pada akhir 9 Mei bahwa jika Iran mundur dari Piala Dunia, itu akan menghilangkan "aset diplomatik utama" negara tersebut. FIFA telah bersikeras selama berminggu-minggu bahwa Iran akan berpartisipasi. Iran, yang akan bermarkas di Tucson, Arizona, selama Piala Dunia, menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di Grup G. Iran akan memulai kampanye Piala Dunia mereka melawan Selandia Baru di Los Angeles pada 15 Juni. (ATTA KENARE/AFP)

Selain membahas kesiapan timnya, Bazeley juga menyoroti jalannya pertandingan-pertandingan awal Piala Dunia 2026 yang menurutnya berlangsung cukup kompetitif.

Ia melihat banyak laga yang berakhir dengan selisih tipis dan memberikan peluang bagi kedua tim untuk meraih kemenangan. Kondisi tersebut membuat Selandia Baru semakin percaya diri menghadapi persaingan di fase grup.

"Menarik melihat sebagian besar pertandingan berlangsung ketat dan seimbang. Hampir semua tim memiliki kesempatan untuk menang. Itu memberikan kami kepercayaan diri," ujar Bazeley.

Sumber: Reuters

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya