AS-Iran Damai, Harga Emas Dunia Diproyeksi Tembus US$ 4.875

Kesepakatan damai AS-Iran jadi katalis positif. Harga emas dunia diproyeksi tembus US$ 4.875 per troy ounce dan rupiah menguat ke level 17.778 per dolar AS.

oleh Tira SantiaDiterbitkan 15 Juni 2026, 14:45 WIB
Ilustrasi emas dunia. Harga emas berpotensi melanjutkan penguatan dan bahkan menembus level US$ 4.875 per troy ounce pada bulan ini. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas diperkirakan kembali menguat dalam waktu dekat seiring meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen positif ini berembus setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz pasca-kesepakatan damai AS-Iran menjadi katalis positif bagi pasar komoditas global, khususnya emas.

Menurut Ibrahim, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan dan bahkan menembus level US$ 4.875 per troy ounce pada bulan ini. Proyeksi tersebut didukung oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi global di tengah berkurangnya risiko konflik di kawasan Timur Tengah.

"Perjanjian damai antara AS dan Iran serta pembukaan Selat Hormuz membuat harga emas kembali berkilau, diperkirakan bulan ini akan menuju US$ 4.875 per troy ounce," kata Ibrahim kepada media, Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, Ibrahim menjelaskan pada perdagangan Sabtu pagi kemarin, harga emas dunia ditutup di level US$ 4.209 per troy ounce, sedangkan harga logam mulia domestik berada di level Rp 2.711.000 per gram.

Secara teknikal, Ibrahim menyebut apabila harga emas dunia mengalami koreksi, support pertama berada di US$ 4.058 per troy ounce dengan harga logam mulia Rp 2.690.000 per gram. Sementara itu, support kedua berada di US$ 3.929 per troy ounce dan logam mulia Rp 2.500.000 per gram.

Sebaliknya, apabila harga emas dunia menguat, resistance pertama berada di US$ 4.394 per troy ounce dengan harga logam mulia Rp 2.740.000 per gram. Adapun resistance kedua berada di US$ 4.571 per troy ounce dengan harga logam mulia Rp 2.880.000 per gram.

 

Rupiah Menguat, Kesepakatan Damai AS-Iran Beri Sentimen Positif

Tumpukan mata uang Rupiah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Bank Indonesia mencatat nilai tukar Rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di sisi lain, nilai tukar rupiah mengawali perdagangan awal pekan dengan penguatan signifikan terhadap dolar AS. Pada Senin (15/6/2026) pagi, rupiah tercatat menguat 82 poin atau sekitar 0,46 persen ke posisi Rp 17.778 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.860 per dolar AS.

Penguatan mata uang Garuda terjadi di tengah membaiknya sentimen pasar global yang dipicu oleh perkembangan terbaru hubungan AS dan Iran. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara kedua negara dinilai mampu meredakan ketegangan geopolitik yang selama ini membayangi pasar keuangan dunia.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan optimisme perdamaian di Timur Tengah mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko (risk-on). Kondisi tersebut turut menekan indeks dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat.

"Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan pada harga minyak mentah dunia. Indeks dolar AS turun oleh laporan bahwa kesepakatan damai antara AS-Iran telah tercapai," ujarnya dikutip dari Antara.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya