Resep Schotel Makaroni Kukus yang Lembut, Padat, dan Gurih Bikin Nagih

Buat schotel makaroni kukus yang lembut, padat, dan gurih dengan bahan sederhana ini. Cocok untuk camilan, bekal, atau menu praktis yang bikin nagih.

oleh Edelweis LararenjanaDiterbitkan 12 Juni 2026, 12:52 WIB
Ilustrasi Macaroni Schotel Credit: freepik.com

Liputan6.com, Jakarta - Schotel makaroni kukus menjadi salah satu hidangan rumahan yang banyak disukai karena rasanya gurih, teksturnya lembut, dan mudah dibuat dengan bahan yang sederhana. Perpaduan makaroni, telur, susu, keju, serta isian seperti ayam, daging cincang, atau sosis menghasilkan sajian yang mengenyangkan sekaligus cocok dinikmati oleh berbagai usia. Karena dimasak dengan cara dikukus, schotel memiliki tekstur yang lebih lembut dan tidak terlalu kering.

Menu ini juga sering dipilih sebagai camilan berat, bekal anak, hingga stok makanan yang praktis disimpan dan dipanaskan kembali. Selain mudah dimodifikasi sesuai bahan yang tersedia di rumah, schotel makaroni kukus tidak membutuhkan teknik memasak yang rumit sehingga cocok untuk pemula. Artikel ini akan membahas resep schotel makaroni kukus lengkap dengan langkah-langkah agar hasilnya lembut, padat, dan tetap gurih di setiap gigitan.

Resep Schotel Makaroni Kukus

Ilustrasi salad makaroni. Sumber: freepik

Bahan utama

  • 200 gram makaroni kering
  • Air secukupnya untuk merebus
  • 1 sdt minyak
  • Sedikit garam untuk air rebusan

Bahan isian

  • 2 sdm margarin atau mentega
  • ½ buah bawang bombay, cincang halus
  • 3 siung bawang putih, cincang halus
  • 150 gram daging cincang / kornet / sosis / smoked beef (pilih salah satu atau kombinasi)
  • 1 buah wortel ukuran besar, potong dadu kecil (opsional)

Bahan adonan schotel

  • 350 ml susu cair plain
  • 3 butir telur
  • ½ sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • ½–1 sdt merica bubuk atau lada hitam
  • ½ sdt kaldu bubuk
  • ½ sdt pala bubuk (opsional)
  • 75 gram keju cheddar, parut
  • 1 sdm tepung terigu atau larutan 1½ sdm tepung jagung + 30 ml air (opsional, agar lebih padat)
  • 100 ml cooking cream atau heavy cream (opsional, untuk hasil lebih creamy)

Topping

  • Keju cheddar parut secukupnya
  • Keju mozzarella secukupnya (opsional)
  • Oregano atau parsley kering secukupnya (opsional)

Cara Membuat

Ilustrasi Macaroni Schotel Sederhana (sumber: pixabay)
  1. Didihkan air lalu tambahkan sedikit garam dan 1 sdt minyak. Masukkan makaroni dan rebus hingga teksturnya al dente atau matang tetapi masih sedikit kenyal, sekitar 8–10 menit. Tiriskan hingga tidak berair.
  2. Panaskan margarin dalam wajan. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum dan layu. Masukkan daging cincang, kornet, sosis, atau smoked beef, lalu tumis hingga matang. Tambahkan wortel jika digunakan dan masak sampai agak empuk. Angkat.
  3. Dalam wadah besar, campurkan susu cair, telur, garam, gula, merica, kaldu bubuk, dan pala bubuk. Kocok atau aduk hingga tercampur rata. Tambahkan cooking cream jika digunakan.
  4. Masukkan makaroni rebus dan tumisan isian ke dalam adonan cair. Tambahkan keju cheddar parut lalu aduk rata. Jika ingin tekstur lebih padat dan kokoh, masukkan tepung terigu atau larutan tepung jagung sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga tidak menggumpal.
  5. Siapkan pinggan tahan panas atau wadah aluminium foil yang sudah dioles tipis margarin. Tuang seluruh adonan schotel, ratakan permukaannya, lalu taburi dengan keju cheddar, mozzarella, dan oregano atau parsley sesuai selera.
  6. Panaskan kukusan sampai beruap banyak. Kukus schotel selama sekitar 20–25 menit atau sampai permukaan set dan bagian tengah matang. Angkat, diamkan beberapa menit agar lebih padat sebelum dipotong dan disajikan.

Tips untuk Hasil Schotel Makaroni Kukus yang Optimal

Macaroni Schotel (imagebank)

Schotel makaroni kukus yang lembut dan gurih tidak hanya ditentukan oleh resep, tetapi juga teknik saat mengolahnya. Beberapa langkah kecil selama proses memasak dapat memengaruhi tekstur akhir, mulai dari kepadatan, kelembutan, hingga tingkat kematangannya. Agar hasil schotel lebih rapi, tidak berair, dan terasa lebih nikmat, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

1. Rebus makaroni sampai al dente, jangan terlalu lembek. Makaroni akan kembali matang saat proses pengukusan. Karena itu, rebus hanya sampai teksturnya masih sedikit kenyal agar schotel tidak menjadi terlalu lembek atau mudah hancur setelah matang.

2. Tiriskan makaroni hingga benar-benar tidak berair. Sisa air pada makaroni bisa membuat adonan terlalu encer dan menghasilkan schotel yang lembek. Setelah direbus, tiriskan beberapa menit agar kadar air berkurang.

3. Gunakan perbandingan telur dan susu yang seimbang. Telur membantu schotel menjadi lebih padat, sementara susu memberi tekstur lembut dan gurih. Jika cairan terlalu banyak, hasil akhir bisa kurang set dan sulit dipotong rapi.

4. Tutup kukusan dengan kain bersih. Lap atau kain pada tutup kukusan membantu menyerap uap air agar tidak menetes ke permukaan schotel. Cara ini membuat bagian atas tetap cantik dan tidak berair.

5. Diamkan schotel sebelum dipotong dan disajikan. Setelah matang, diamkan sekitar 5–10 menit agar suhu sedikit turun dan teksturnya lebih stabil. Schotel yang didiamkan sejenak biasanya lebih padat, mudah dipotong, dan tidak mudah hancur.

Pertanyaan Umum Seputar Resep Schotel Makaroni Kukus

1. Apakah schotel makaroni bisa dibuat tanpa oven?

Bisa. Schotel versi ini cukup dikukus hingga matang dan tetap menghasilkan tekstur lembut serta gurih.

2. Kenapa schotel makaroni menjadi berair?

Biasanya karena makaroni belum ditiriskan sempurna atau jumlah susu dan cairan terlalu banyak.

3. Bisakah schotel disimpan untuk dimakan nanti?

Bisa, simpan dalam wadah tertutup di kulkas lalu hangatkan kembali sebelum disajikan.

4. Apakah makaroni harus direbus sampai matang penuh?

Tidak. Sebaiknya direbus al dente agar tidak terlalu lembek setelah dikukus.

5. Topping apa yang cocok untuk schotel makaroni kukus?

Keju cheddar, mozzarella, oregano, dan parsley menjadi pilihan yang paling umum digunakan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya