Jefan Nathanio dan Mamang Osa Janji Plot Dukun Magang Tak Tumpang Tindih, 80 Persen Komedi

Jefan Nathanio dan Mamang Osa menyebut genre Dukun Magang komedi horor. Bukan horor komedi. Potensi genre ini besar mengingat Agak Laen sukses.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 12 Juni 2026, 16:00 WIB
Jefan Nathanio dan Mamang Osa menyebut genre Dukun Magang komedi horor. Bukan horor komedi. Potensi genre ini besar mengingat Agak Laen sukses.

Liputan6.com, Jakarta - Aktor Jefan Nathanio dan Mamang Osa tak sabar ingin memperkenalkan film terbaru mereka yakni, Dukun Magang karya sineas Chiska Doppert. Tayang di bioskop mulai 18 Juni 2026, Dukun Magang bergenre komedi horor, bukan horor komedi. Ada banyak daya tarik dalam film ini. Pertama, komedinya lebih menonjol. Persentase unsur komedi dan horor ditata sedemikian rupa agar tidak tumpang tindih. Syutingnya tak terasa seperti bekerja. Terasa fun dan menyenangkan karena diwarnai banyak gelak tawa. Unsur lawaknya mencapai 80 persen.

“Jadi film ini persentasenya 80 persen komedi dan 20 persen horor. Jujur, aku senang banget dapat film ini. Bahkan, andai dapat tawaran syuting film komedi horor lagi, gas sih. Seru dan ketawa melulu. Serasa enggak kerja, kayak main saja,” kata Jefan Nathanio dalam interviu eksklusif dengan Showbiz Lputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, belum lama ini. Mamang Osa membenarkan. Jika diminta menyebut tiga daya tarik Dukun Magang, maka unsur komedi adalah yang utama. Naskah Dukun Magang dipandu konsultan komedi.

“Naskah film ini menggunakan konsultan komedi Mo Sidik. Daya tarik kedua, konfigurasi pemain. Maksud gue, kapan lagi lo bisa lihat Jefan Nathanio bertemu Hana Saraswati. Keduanya belum pernah seproyek. Ini kombinasi yang segar,” Mamang Osa menyambung.

Konfigurasi pemain yang unik merupakan formula baru. Daya tarik ketiga, genre komedi horor yang sedang disukai publik. Agak Laen misalnya, mendulang 9 jutaan penonton.


Potensi Komedi Horor

Mamang Osa dan Jefan Nathanio.

Agak Laen: Menyala Pantiku! bahkan telah mengalahkan jumlah penonton film Avengers: Endgame dengan pencapaian 11 jutaan penonton. Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi film terlaris di Indonesia.

“Saya melihat ini salah satu potensi yang kayaknya, anak muda patut mengikuti. Saya terinspirasi kesuksesan mereka,” beri tahu Jefan Nathanio seraya menyebut aura komedi telah terasa dari posternya.


Hawa Komedi dalam Poster

Mamang Osa dan Jefan Nathanio.

Senada dengan Jefan Nathanio, Mamang Osa menyatakan, “Komedi ini, orang bisa melihat dari poster. Kalau memang horor, makeup effect-nya akan lebih detail dan seram. Di sini, enggak dibikin sehoror itu.”

Pada poster tampak perempuan berambut panjang dengan wajah menghitam. Itu kuntilanak hitam yang menjadi biang teror dalam dunia Dukun Magang. Mamang Osa mengakui, setan lokal memang sangat seram.

 


Andai Bertemu Kuntilanak Hitam

Mamang Osa dan Jefan Nathanio.

“Teman-teman saya yang tinggal di luar negeri bilang setan Indonesia enggak ada lawan, seram banget. Kalau ketemu kuntilanak hitam sih gue bakal baca Ayat Kursi terus kabur ha ha ha!” cetus Mamang Osa andai melihat penampakan kuntilanak.

Jefan Nathanio menyahut, “Yang pertama pasti kaget dulu. Habis itu lihat dulu oh mukanya begitu. Kalau dia menakut-nakuti, kita lawan. Katanya, setan itu menakut-nakuti manusia menggunakan energi. Kalau energi kita lebih kuat, dia kalah.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya