Kesaksian Hana Saraswati Perankan Hantu Lastri Kebaya Putih: Kayak Ada yang Merasuki Tubuhku

Syuting film Lastri Arwah Kembang Desa, Hana Saraswati berkebaya putih dengan rambut disanggul. Sebagai pemain, ia berempati pada nasib tragis Lastri.

oleh Wayan DianantoDiterbitkan 11 Juni 2026, 20:00 WIB
Syuting film Lastri Arwah Kembang Desa, Hana Saraswati berkebaya putih dengan rambut disanggul. Sebagai pemain, ia berempati pada nasib tragis Lastri.

Liputan6.com, Jakarta - Peluncuran poster dan trailer resmi film Lastri Arwah Kembang Desa yang dibintangi Hana Saraswati dan almarhum Gary Iskak diwarnai sejumlah kesaksian dari lokasi syuting. Trailer film memperlihatkan penampilan Hana Saraswati saat berkonflik lalu ditalak suami, hingga akhirnya meninggal dunia dan menjadi arwah penasaran. Memerankan hantu Lastri, Hana Saraswati pakai kebaya putih dengan rambut disanggul. Maklum, Lastri Arwah Kembang Desa berlatar dekade 1980-an. Salah satu tugas besar Hana Saraswati yakni berempati pada Lastri.

“Dalam mendekati karakter, itu enggak yang terlalu muluk begitu. Yang penting baca naskah dengan benar dan tepat (konteksnya). Menurutku, itu kunci memainkan peran enggak fals. Apa yang dibutuhkan karakter, aku bisa kasih ke dia,” katanya kepada Liputan6.com di Kemang, Jakarta, 11 Juni 2026. Setelahnya, Hana Saraswati memetakan hubungan Lastri dengan karakter-karakter lainnya. Tranformasi paling krusial, saat Lastri meninggal dunia lalu jadi arwah penasaran. Ada sensasi lain saat Hana Saraswati berkebaya putih.

“Begitu pakai kebaya putih, rambut disanggul, rasanya unreal. Rasanya kayak bukan Hana, kayak jadi Lastri benaran. Apalagi ketika sutradara bilang action, rasanya kayak enggak tersisa sama sekali akunya,” ungkap pesohor dengan tiga jutaan pengikut di Instagram itu.

Sutradara Hendri Tivo membenarkan. Menurutnya, Lastri Arwah Kembang Desa adalah horor yang dibangun dengan membangkitkan ketakutan tanpa tiba-tiba. Ketakutan itu seperti pelan-pelan masuk atau menyelinap di benak penonton. Penampakan Lastri pun demikian.

 


Terdengar Mistis

Hana Saraswati. (Foto: Dok. Instagram @hanahaho)

Ada dua timeline dalam Lastri Arwah Kembang Desa yakni tahun 1980-an dan masa sekarang. Era 1980-an terasa menantang karena Hana Saraswati belum lahir. Ia mengandalkan imajinasi dan bertanya ke pemain senior terkait look dan gaya busana Lastri semasa hidup.

Itu sebabnya, berkebaya menjadi momen magis bagi Hana Saraswati. “(Begitu berkebaya) rasanya benaran kayak ada orang lain yang masuk ke tubuhku dan berkata, ‘Ini lo, saya ini Lastri.’ Mistis sih kedengarannya tapi itu yang aku rasakan,” ujar Hana Saraswati.


Gampang Banget Nyambung

Hana Saraswati saat menghadiri konferensi pers peluncuran poster dan trailer resmi film Lastri Arwah Kembang Desa di Kemang Village XXI, Jakarta Selatan, 11 Juni 2026. (Foto: Dok. Istimewa)

Momen lain yang dikenang saat syuting, adu akting dengan mendiang Gary Iskak. Masih segar dalam ingatan kali pertama berinteraksi, Hana Saraswati merasa perangai sang aktor gahar. Setelah mengobrol, persepsi itu seketika sirna.

Lanjut Baca:

“Gampang banget aku nyambungnya sama Mas Gary. Dia mengayomi, open banget walau secara tampilan kali pertama bertemu wah seram juga ini bapak-bapak. Ternyata, begitu mengobrol, tampilan sama hatinya beda jauh,” akunya.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya